Rahmat, sopir ojek online yang ditumpangi dokter Helmi ikut dalam prarekonstruksi yang digelar penyidik Polda Metro Jaya. Ia mengungkapkan, saat itu Helmi hanya terdiam dalam perjalannya ke Mapolda Metro Jaya."Di jalan dia (Helmi) diem ajah, kalo dia ngomong mau nembak yah saya kaburlah," ujar Rahmat di Mapolda Metro Jaya, Senin (13/11).Awalnya, ia mengantar Helmi dari Bekasi lalu ke klinik Azzahra Medical Center, Jalan Dewi Sartika Cawang, Jakarta Timur. Lalu mampir ke kawasan kantor walikota Jakarta Timur hingga tiba ke Polda Metro Jaya."Awalnya di sekitar Bekasi lalu ke klinik terus memperhatikan ke warung rokok. Habis nembak dia ngomong ayo pak ke Polda, saya mau menyerahkan diri. Dia bilang, pak tungguin 10 sampai 15 menit, lalu saya langsung keluar Polda.Dalam kejadian itu, ia mendengar adanya enam letusan tembakan."Enam kali denger suara tembakan, saya nggak lihat pistolnya," pungkasnya.
Kesaksian ojek ditumpangi Helmi, diajak ke Polda buat serahkan diri
Awalnya, ia mengantar Helmi dari Bekasi lalu ke klinik Azzahra Medical Center, Jalan Dewi Sartika Cawang, Jakarta Timur. Lalu mampir ke kawasan kantor walikota Jakarta Timur hingga tiba ke Polda Metro Jaya.
Advertisement
Rekomendasi