Ketum PAN ogah tanggapi dana korupsi alkes Rp 600 juta ke Amien Rais

Ketum PAN ogah tanggapi dana korupsi alkes Rp 600 juta ke Amien Rais. Zulkifli meminta media menanyakan langsung ke Amien Rais. Zulkifli juga bungkam saat ditanya koordinasi Amien Rais dengan PAN terkait kasus yang menyeret namanya.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Ketum PAN ogah tanggapi dana korupsi alkes Rp 600 juta ke Amien Rais
Amien rais jelaskan aliran dana dari Soetrisno Bachir. ©2017 Merdeka.com

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan enggan berkomentar terkait dugaan aliran dana kasus korupsi alat kesehatan sebesar Rp 600 juta yang mengalir dari mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari ke pendiri yang juga mantan Ketum PAN Amien Rais. Zulkifli meminta awak media menanyakan langsung ke Amien untuk mengonfirmasi dugaan itu. Sebab, Amien Rais tengah menggelar konferensi pers di kediamannya.

"Sekarang lagi berkumpul kalau mau datang ke sana tanya langsung," kata Zulkifli di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (2/6).

Dia juga tak mau berkomentar saat awak media menanyakan koordinasi Amien Rais dengan PAN terkait kasus yang menyeretnya saat ini. Zulkifli kembali tutup mulut. Dia menyarankan wartawan menanyakan langsung ke Amien agar mendapat penjelasan yang utuh.

"Tanya langsung ke sana di Gandaria nanti dijelaskan daripada sepotong-potong, kalau mau berangkat (ke rumah Amien Rais) sekarang boleh," imbuhnya.

Sebelumnya, Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais tidak menampik bahwa dirinya telah mendapat aliran dana dari Yayasan Soetrisno Bachir sebesar Rp 600 juta. Uang tersebut merupakan hasil korupsi dari alat kesehatan di Kementerian Kesehatan tahun 2007. Mantan Ketua MPR itu mengatakan bahwa uang yang diberikan dari Yayasan Soetrisno Bachir padanya hanya biaya operasional.

"Pada waktu itu Sutrisno Bachir mengatakan akan memberikan bantuan keuangan untuk tugas operasional saya untuk semua kegiatan, sehingga tidak membebani pihak lain," ujar Amien Rais saat melakukan konfrensi pers di kediamannya, Taman Gandaria Blok C no.1, Jakarta Selatan, Jumat (2/6).

Amien menjelaskan bahwa aliran dana tersebut terjadi antara 15 Januari hingga 13 Agustus 2007. Menurutnya, Sutrisno Bachir merupakan sosok pengusaha yang sering membantu banyak pihak, baik kegiatan sosial maupun keagamaan.

"Bahkan siapa saja yang mendapat bantuan dana dari SB (Soetrisno Bachir), saya tidak tahu. Saya pernah menanyakan pada beliau, mengapa Anda membantu berbagai kegiatan saya. Jawabnya 'Saya disuruh Ibunda saya untuk membantu Anda'. Jadi ketika dia menawarkan bantuan tiap bulan untuk kegiatan operasional, saya anggap sebagai hal yang wajar," imbuhnya kepada wartawan.

Rekomendasi