Ahli bahasa: Kalimat Ahok soal Al Maidah hanya cerita pengalaman

Ahli bahasa: Kalimat Ahok soal Al Maidah hanya cerita pengalaman. Rahayu mengatakan, apa yang disampaikan oleh Basuki atau akrab disapa Ahok itu merupakan pengalaman yang pernah dialaminya.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
Ahli bahasa: Kalimat Ahok soal Al Maidah hanya cerita pengalaman
sidang ahok ke-15. ©2017 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Saksi ahli bahasa Rahayu Sutiarti menilai tidak ada unsur penodaan dalam pidato Basuki Tjahaja Purnama kala di Pulau Pramuka pada 27 September 2016 lalu. Karena kala itu mantan Bupati Belitung Timur itu menyinggung Surat Al Maidah hingga akhirnya berujung ke ranah hukum.Rahayu mengatakan, apa yang disampaikan oleh Basuki atau akrab disapa Ahok itu merupakan pengalaman yang pernah dialaminya. Sehingga saat menyampaikan pidato dalam kunjungan kerja tentang budidaya ikan kerapu tersebut, mantan Bupati Belitung Timur itu kembali menyinggungnya."Kata-kata surat itu hanya bagian cerita pengalaman dia. Itu juga berdasarkan fakta yang pernah terjadi," katanya di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (21/3).Dosen Universitas Indonesia ini mengaku, penilaiannya tersebut semakin diperkuat usai membaca buku karya Ahok yang bertajuk 'Merubah Indonesia'. Dalam catatan Ahok, mantan politisi Gerindra itu menceritakan pernah dijegal menggunakan selebaran yang berisikan tentang 'larangan memilih pemimpin non-muslim'."Jadi itu juga ceritanya berdasarkan fakta. Sudah pernah dirasakan langsung oleh si pembicara (Ahok), bukan suatu yang mengada-ada," jelasnya.Walaupun begitu, Rahayu yang telah menyaksikan video lengkap pidato Ahok menilai apa yang disampaikan lebih dominan soal budidaya ikan kerapu. Bahkan, dia beranggapan tidak ada unsur kampanye dalam pidato tersebut."Malah mengkampanyekan soal program budidaya ikan dan meyakinkan masyarakat program itu berhasil," tutupnya.

Rekomendasi