Indonesian Corruption Watch (ICW) membantah pemberian rapor merah untuk kinerja Jaksa Agung M Prasetyo pesanan dari pihak tertentu. Termasuk tudingan adanya jaksa agung muda (JAM) membiayai rilis masa kepemimpinan Prasetyo di Kejaksaan Agung (Kejagung).Peneliti Divisi Monitoring Hukum dan Peradilan ICW, Emerson Yuntho menegaskan tidak ada pihak mensponsori rilis tersebut. Dia meminta pihak yang menuduh segera membuktikan tudingan jika memang ICW menerima aliran dana."Jangan asal menuduh, tunjukan dengan bukti. Kami tidak dapat sponsor atau logistik dari siapa pun," kata Emerson dalam siaran tertulis yang diterima merdeka.com, Jakarta, Senin (21/11).Kendati begitu, Emerson mengakui jika selama ini banyak jaksa mengeluh dengan kinerja Prasetyo. Khususnya, terkait kebijakan mutasi dan promosi di era Prasetyo melalui laporan diterima ICW."Tidak ada yang lebih dari itu. Kami cuma menerima keluhan saja dari internal terkait promosi dan mutasi," ungkap dia.Emerson menegaskan, penilaian terhadap kinerja lembaga negara dalam hal ini Kejagung memang perlu dilakukan agar publik paham era kepemimpinan Prasetyo. Dia juga menantang Prasetyo membeberkan prestasi diraihnya dalam memimpin Korps Adhyaksa."Posisi kita (ICW) sederhana, kalau jaksa agung mau bantah silakan saja keluarkan data dia (Prasetyo) dan disampaikan ke publik," ucap Emerson."Biar kita buka-bukaan. ICW tantang Prasetyo ungkapkan keberhasilan selama memimpin institusi Kejaksaan Agung. Dia (Prasetyo) bilang kesulitan, kesulitannya apa sampaikan," pungkas Emerson.Sebelumnya, Indonesian Corruption Watch (ICW) memberikan rapor merah terhadap kinerja Kejaksaan Agung (Kejagung) di bawah kepemimpinan Jaksa Agung HM Prasetyo, Kamis (17/11). ICW menilai selama dua tahun terakhir, Kejagung sama sekali tidak memberikan kontribusi baik untuk pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).Bahkan, dalam keterangan persnya, ICW memaparkan sembilan 'dosa' Prasetyo memimpin Kejagung. Sejumlah kebijakan yang dikeluarkan Prasetyo dianggap kontroversial dan bertolak belakang dengan tujuan Pemerintahan Jokowi memberangus tindak pidana korupsi ditanah air.Pasca-rilis tersebut, muncul kabar di internal kejaksaan menyebut pernyataan ICW dibiayai oleh seorang jaksa agung muda (JAM). JAM tersebut dituding membiayai rilis lantaran ada masalah dengan Prasetyo.Prasetyo sendiri enggan menanggapi pernyataan yang disampaikan ICW. Mantan politikus NasDem itu justru balik menuding bahwa ICW tidak paham dinamika penegakkan hukum di Kejaksaan."Saya tidak harus menanggapi panjang lebar, saya hanya prihatin. ICW tidak tahu atau tidak mau tahu apa yang telah dilakukan dan yang sedang kita lakukan dan sudah kita lakukan," kata Prasetyo di Kejagung beberapa waktu lalu.
ICW: Kami tak dapat logistik beberkan rapor merah jaksa agung!
Indonesian Corruption Watch (ICW) membantah pemberian rapor merah untuk kinerja Jaksa Agung M Prasetyo pesanan dari pihak tertentu. Termasuk tudingan adanya jaksa agung muda (JAM) membiayai rilis masa kepemimpinan Prasetyo di Kejaksaan Agung (Kejagung).
Advertisement
Rekomendasi