Meratapi pandai besi tradisional kian tersisihkan

Meratapi pandai besi tradisional kian tersisihkan. Pandai besi tradisional ini tak mampu bersaing di tengah era serba modern dan industrialis. Karyanya semakin tertindas dan tersisihkan oleh barang pabrikan dan impor dari China.

Nanda Farikh Ibrahim
Meratapi pandai besi tradisional kian tersisihkan
Seorang pria tengah membuat arit dengan cara tradisional di pandai besi 'Penerimane Pandum' di Jalan Mayjend Sungkono Kedung Kandang, Kota Malang, Sabtu (12/11). Istilah 'hidup segan mati tak mau' menjadi gambaran kondisi pandai besi tradisional saat ini. Bagai mana tidak, dengan peralatan ala kadarnya, pandai besi tradisional ini tak mampu bersaing di tengah era serba modern dan industrialis. ©2016 merdeka.com/darmadi sasongko
Rekomendasi