Ikut andil dalam gerakan Santoso, Umi Delima resmi jadi tersangka

Selain ditetapkan sebagai tersangka, polisi juga melakukan penahanan terhadap Umi Delima.

Juven Martua Sitompul
Oleh Juven Martua Sitompul - Reporter
Ikut andil dalam gerakan Santoso, Umi Delima resmi jadi tersangka
Umi Delima istri Santoso. ©2016 istimewa

Kepolisian Republik Indonesia menetapkan Jumiatun Muslimayatun alias Umi Delima, istri kedua pimpinan kelompok teroris Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) Santoso, sebagai tersangka tindak pidana terorisme. Umi Delima dianggap memiliki andil dalam pergerakan terorisme kelompok Santoso.Kabagpenum Humas Mabes Polri Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan, istri pentolan MIT itu ditetapkan sebagai tersangka sejak Minggu (31/7) lalu. Selain ditetapkan sebagai tersangka, polisi juga melakukan penahanan terhadap Umi Delima."Mulai ditahan sejak ditetapkan sebagai tersangka tanggal 30 Juli 2016," kata Martinus di Gedung Humas Polri, Jakarta, Jumat (5/8).Menurut Martinus, Umi Delima diketahui bergabung sejak Januari 2015 lalu. Sejak bergabung, Umi Delima sudah mengetahui rencana amaliah pembunuhan 3 warga sipil di Tangkura, Poso. Bahkan, selama bergabung dengan kelompok Santoso, Umi Delima juga terlibat dalam kontak senjata dengan aparat di Camp Tasrib pada 17 Agustus 2015 silam."Saat di Rompo Napu waktu meninggalnya Dodo alias Fonda, serta terakhir menyembunyikan senjata SS2 pegangan Santoso saat kontak meninggalnya santoso sampai yang berangkutan tertangkap," jelas Martinus.Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini menuturkan kalau Umi Delima pun ikut terlibat dalam latihan tadrib, menembak dan melempar bom selama menjadi anggota Santoso."Ikut latihan tadrib, menembak dan lempar bom selama gabung dengan Santoso di atas," tandas Martinus.Diketahui, ‎pentolan MIT Santoso dan Muchtar tewas saat baku tembak dengan tim Satgas operasi Tinombala pada Senin (18/7) lalu. Sedangkan, Delima istri Santoso dan Basri serta istrinya yang berada di lokasi saat terjadinya kontak senjata berhasil melarikan diri.Namun, tak memakan waktu lama tepatnya Sabtu (23/7), Delima ditangkap di tengah hutan dalam keadaan kelaparan. Hanya saja dalam penangkapan Umi Delima polisi menangkap Delima seorang diri. Sedangkan Basri dan istri dinyatakan berhasil melarikan diri.

Rekomendasi