Menteri Agama Lukman Hakim Syarifuddin mengimbau, jajaran Kementerian Agama dimulai dari pegawai negeri sipil (PNS) Kantor Urusan Agama (KUA) hingga di setiap kantor wilayah, untuk rutin memantau perkembangan isu keagamaan. Informasi itu bisa diperoleh dari media.Menurut dia, dengan semakin terbukanya informasi dan teknologi seharusnya dimanfaatkan oleh para anak buahnya untuk melihat fenomena yang terjadi di masyarakat. Menurutnya, teknologi itu tidak hanya digunakan untuk kepentingan pribadi."Jangan cuma buka situs jual beli, mobil misalnya. Tapi harus baca berita lewat koran, online soal berita keagamaan. Itu mulai dari KUA sampai lebih tinggi," ungkap Lukman Hakim di Palembang, Jumat (4/3).Jika sudah memperoleh informasi itu, Menag meminta setiap pimpinan instansi di bawah naungan Kemenag, harus mampu menyikapi dan melakukan solusi untuk mengatasinya. Dirinya tidak mau lagi mendapat laporan tanpa masalah itu diselesaikan lebih dulu."Kirim laporan tapi ujungnya ada minta petunjuk. Budaya petunjuk itu tidak boleh lagi. Ini pengalaman, Kakanwil Kemenag lakukan begitu. Setidaknya ada solusi yang sudah dikerjakan, lebih responsif," ujarnya.Dia menambahkan, para PNS Kemenag semestinya harus bersyukur karena dipilih negara untuk menangani masalah keagamaan. Tugas itu dilaksanakan dengan amanah dan tanggung jawab penuh."Kita melayani, kita difasilitasi oleh negara, dibayar negara. Lebih dari itu, kita orang-orang pilihan mengurusi soal keagamaan," pungkasnya.
Menag imbau anak buahnya untuk sering pantau berita keagamaan
Setelah tahu informasi dia minta bawahannya harus mampu menyikapi dan melakukan solusi untuk mengatasinya.
Advertisement
Rekomendasi