TNI: Proses investigasi pesawat Super Tucano jatuh butuh waktu lama

Banyak hal yang wajib diperhatikan seperti faktor manusia, manajemen, termasuk kondisi pesawat itu sendiri.

Yunita Amalia
Oleh Yunita Amalia - Reporter
TNI: Proses investigasi pesawat Super Tucano jatuh butuh waktu lama
Lokasi pesawat jatuh di Malang. ©2016 merdeka.com/darmadi sasongko

Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Tatang Sulaiman enggan menduga-duga penyebab jatuhnya pesawat latih TNI AU Super Tucano, Rabu (10/2). Menurutnya penyebab baru bisa diketahui setelah investigasi.

"Kemarin yang disampaikan oleh panglima adalah yang penting sekarang laksanakan investigasi, nanti setelah ada investigasi baru kita adakan evaluasi. Jadi (sekarang) kita belum tahu apa yang harus di evaluasi, investigasinya dalam proses berjalan," ujar Tatang saat kunjungan kerja ke PT Dirgantara, Bandung, bersama Asrenum Panglima TNI Laksda TNI Agung Pramono dan rombongan Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Kamis (11/2).

Terkait musibah ini, lanjut Tatang, TNI AL turut melakukan upaya evakuasi terhadap para korban dan bangkai pesawat yang jatuh. Penerjunan TNI AL juga sudah berkoordinasi dengan TNI AU.

Dia juga tidak bisa memprediksi berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melakukan investigasi terhadap pesawat Tonaco tersebut. Yang jelas, lanjutnya, proses investigasi pesawat memang membutuhkan waktu yang cukup lama. Terlebih pesawat yang jatuh kemarin merupakan pesawat latih tempur milik TNI.

"Tidak bisa dipastikan, pesawat umum saja ada yang sampai setahun kan baru bisa diketahui penyebabnya apa, ini prosesnya lama soalnya ada banyak aspek yang harus dilihat," ujarnya.

Dia menyampaikan dalam investigasi kecelakaan pesawat, banyak hal yang wajib diperhatikan seperti faktor manusia, manajemen, termasuk kondisi pesawat itu sendiri.

"Mungkin nanti pihak AU yang lebih paham, dari aspek manusianya, dari manajemennya, pokoknya banyaklah," tandasnya.

Rekomendasi