Polisi bongkar makam korban dugaan malpraktik di RS Awal Bros Bekasi

Pembongkaran untuk melakukan otopsi kasus dugaan malpraktik di RS Awal Bros, Bekasi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polisi bongkar makam korban dugaan malpraktik di RS Awal Bros Bekasi
makam dibongkar. ©2015 Merdeka.com

Tim forensik Polda Metro Jaya membongkar sebuah makam di tempat pemakaman umum Belit, di Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jumat (27/11). Pembongkaran untuk melakukan otopsi kasus dugaan malpraktik di RS Awal Bros, Bekasi.Makam yang dibongkar ialah Almarhumah Falya Raafani Blegur, bocah berusia 14 bulan itu meninggal dunia pada 1 November 2015 lalu di RS Awal Bros, Bekasi. Pihak keluarga menduga meninggalnya bocah perempuan itu karena kelalaian dokter di rumah sakit swasta tersebut.Karena penuh kejanggalan, keluarga akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya pada 14 November 2015 lalu. Laporan dibuat lantaran tak ada itikad baik dari rumah sakit untuk memberikan penjelasan kepada keluarga meskipun keluarga telah melayangkan surat somasi.Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Mujiono, mengatakan pembongkaran makam untuk mengambil sampling beberapa organ tubuh untuk diotopsi. Sehingga, dapat diketahui penyebab kematian anak bungsu dari dua bersaudara pasangan Ibrahim Blegur dan Eri Kusrini."Nantinya sample akan diperiksa ke lab forensik," katanya di Bekasi, Jumat (27/11).Menurut dia, hasil forensik dapat diketahui 10-12 hari kemudian. Selain proses otopsi, kata dia, penyidik Dirkrimsus Polda Metro Jaya juga masih mengumpulkan barang bukti lainnya. Penyidik juga berencana memeriksa saksi ahli."Kami sudah memeriksa lima orang saksi. Kami juga sudah melakukan penggeledahan di rumah sakit untuk mengumpulkan bukti-bukti," katanya.Kanit I Sub Direktorat Sumber Daya Lingkungan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Kompol Harris Jakin menambahkan, hasil otopsi akan dijelaskan oleh scientific crime identification, di sana ada saksi ahli dari forensik yang akan menerangkan."Nantinya penyidik akan menggabungkan hasil-hasil forensik dan bukti-bukti lainnya. Apakah satu dengan yang lain bersesuai atau tidak, nanti merangkai fakta, ada ketersambungan dan keterkaitan satu dengan lainnya. Apapun hasilnya, yang penting kebenarannya," katanya.Pihak keluarga menduga ada kesalahan prosedur dalam menangani Falya. Soalnya, kesehatan Falya menurun setelah diberikan infus antibiotik, bahkan mulutnya sampai mengeluarkan busa, badan bengkak, lalu meninggal dunia.Manager marketing Rumah Sakit Awal Bros, Yadi Haryadi mengatakan, pihaknya belum dapat memberikan informasi apa-apa, karena masih sedang dalam proses. "Kalau prosesnya selesai, pasti kami sampaikan ke media juga," kata Yadi belum lama ini.

Rekomendasi