Kepala Syahbandar Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Rudiana mengakui adanya perbedaan data manifes penumpang Kapal Motor (KM) Wihan Sejahtera, saat mengalami kecelakaan pada Senin kemarin (16/11). Rudiana mengatakan, dari hasil penyelidikan sementara, ternyata ada perbedaan manifes antara data pemilik kapal dengan jumlah penumpang yang ada."Jika sesuai manifes, yang tercatat ada 153 penumpang. Namun, jumlah penumpang yang ada di kapal ada 212 orang, terdiri dari 179 penumpang dan 25 orang ABK," terangnya, Selasa (17/11). Dia melanjutkan, "Memang, kapal bisa mengangkut sekitar 500 orang, tapi yang menjadi masalah adalah perbedaan manifes penumpangnya. Dari pemeriksaan sementara, penumpang bertambah karena banyak sopir truk membawa kernet tanpa membeli tiket," ungkapnya.Sedangkan dari informasi yang dihimpun di lapangan, berdasarkan surat persetujuan berlayar yang ditandatangani Syahbandar Tanjung Perak Surabaya pada 16 November, KM Wihan Sejahtera membawa 25 orang ABK, jumlah penumpang saat tiba di Surabaya ada 44 penumpang ditambah 27 penumpang dari Surabaya. Sedangkan soal penyebab kecelakaan, Rudiana mengaku masih menunggu penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)."Untuk sementara, Syahbandar masih menunggu hasil pemeriksaan awal KNKT," akunya.Sementara pihak KNKT sendiri mengaku, untuk menentukan penyebab kecelakaan kapal, pihaknya masih membutuhkan waktu tiga hingga empat bulan."Karena kami masih memerlukan data serta bukti-bukti yang bisa menjadikan hasil analisa kami nanti," terang Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Pelayaran KNKT, Capt Aldrin Dalimunte. Aldrin juga mengaku sampai saat ini, pihaknya belum bisa menyimpulkan apapun penyebab tenggelamnya KM Wihan Sejahtera. "Belum ke arah sana (kesimpulan). Kita akan rekomendasikan kalau ada sesuatu yang melanggar pelayaran. Prosesnya (penyelidikan) bisanya sampai tiga hingga empat bulan. Semua kegiatan di kapal akan dicatat, semua kita cari, semua barang bukti terkait dengan kapal ini kita cari," elaknya. Menurut Aldrin, penyebab kecelakaan laut cukup bervariasi, mulai dari kelebihan muatan hingga penempatan barang muatan yang tidak sesuai standar penempatan."Untuk kasus ini (KM Wihan Sejahtera), kita belum bisa mengatakan apa-apa. Jadi kami menunggu analisa. Terlalu dini kalau kita menyimpulkan dugaan-dugaan itu saat ini," tandasnya. Seperti diketahui, Senin pagi kemarin, KM Wihan Sejahtera karam di Perairan Alur Barat Surabaya, atu tepatnya berada di perbatasan Surabaya-Gresik di kawasan Teluk Lamong. Dari pengakuan para penumpang kapal, setelah berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak, kapal terasa seperti menghantam karang, lalu miring dan tenggelam. Sementara penumpang yang panik, memilih terjun bebas ke laut, hingga berhasil dievakuasi tim dari Ditpol Air Polda Jawa Timur.
Ada penumpang ilegal di KM Wihan yang tenggelam di Surabaya
Di manifes penumpang 153, tetapi saat dievakuasi ada 212 orang.
Rekomendasi