Cerita Soeharto apeli Bu Tien pakai sepeda ontel di Wonogiri

Karena mulai jatuh hati, Soeharto muda mulai sering menemui Ibu Tien. Apalagi, rumah Ibu Tien berada di tengah kota.

Aryo Putranto Saptohutomo
Cerita Soeharto apeli Bu Tien pakai sepeda ontel di Wonogiri
Ibu Tien Soeharto. ©2013 Merdeka.com/repro Museum Purna Bakti Pertiwi

Wonogiri menjadi kota penuh kenangan bagi Presiden Republik Indonesia kedua, Soeharto. Termasuk urusan asmara.Soeharto muda menghabiskan waktunya di tempat itu. Di sana pula di bertemu jodohnya, Siti Hartinah atau akrab disapa Ibu Tien.Menurut kisah dari pendiri Padepokan H.M. Soeharto, Begug Poernomosidi, Soeharto sempat tinggal di Wonogiri bersama pamannya, Prawirowihardjo. Dia mulai mengenal Siti Hartinah yang dinikahinya."Dulu sekolah di Wonogiri kan cuma satu. Entah awalnya dikenalkan siapa, lama kelamaan Pak Harto sering menemui Ibu Tien," kata Begug kepada merdeka.com.Menurut Begug, hubungan asmara antara Pak Harto dan Ibu Tien cukup sederhana. Menurut dia, Ibu Tien saat itu adalah anak seorang wedana."Wedana itu kedudukannya di atas camat," ujar Begug.Lantas, lanjut Begug, karena mulai jatuh hati, Soeharto muda mulai sering menemui Ibu Tien. Apalagi, rumah Ibu Tien berada di tengah kota."Pak Harto kalau siang atau sore pergi ke rumah Ibu Tien. Naik sepeda ontel. Karena rumah Ibu Tien itu di dekat masjid dan alun-alun Wonogiri. Karena Ibu Tien masih ada keturunan Mangkunegaran ke-III," ucap Begug.Jalinan kasih antara Soeharto dan Siti Hartinah lantas berlanjut hingga pelaminan. Soeharto menyunting pujaan hatinya itu tak lama setelah masuk dinas ketentaraan."Mulai dari situ Ibu Tien pindah tinggal di kompleks prajurit, terus ikut Pak Harto," tambah Begug.

Rekomendasi