Mabes Polri turun tangan selidiki kasus bentrok TNI-Polisi di Polman

Penyelidikan akan dilakukan dengan pengawasan terbuka. Diundang juga POM TNI AD.

Salviah Ika Padmasari
Oleh Salviah Ika Padmasari - Reporter
Mabes Polri turun tangan selidiki kasus bentrok TNI-Polisi di Polman
Ilustrasi. ©2015 Merdeka.com

Mabes Polri bersama tim Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrim) Polda Sulsel turun tangan, menyelidiki kasus bentrokan antara TNI dan Polri di Kabupaten Polman, Sulawesi Barat."Hari ini tim dari Mabes Polri sudah di jalan menuju Kabupaten Polman," kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Polisi Frans Barung Mangera, Senin, (31/8), seraya mengatakan dia sendiri saat ini sudah berada di Kabupaten Polman menemani Kapolda Sulsel Irjen Polisi Anton Setiadji.Penyelidikan akan dilakukan dengan pengawasan terbuka. Diundang juga POM TNI AD. Hasilnya nanti akan disampaikan secara bersama oleh Panglima dan Kapolda.Dijelaskan juga, akibat bentrokan itu ada beberapa kendaraan dirusak seperti mobil boks milik Polres Polman, juga ada enam motor Dinas Polres Polman dan dua motor pribadi milik anggota polisi dibakar. Satu Pos Polisi juga dibakar yakni Pos Palippis di Desa Bala, Kecamatan Balanipa, Polman.Sementara korban luka di pihak Kepolisian, ada dua anggota polisi luka di kepala dan wajahnya. Kini sudah dirujuk ke RS Bhayangkara Makassar.Sementara itu, Pangdam VII/Wirabuana Mayjen TNI Bachtiar saat ini berada di aula Lappo Ase, Kantor Bulog di Makassar. Memberi pengarahan dalam rapat koordinasi optimalisasi penyerapan beras petani, di mana TNI ikut terlibat dalam kegiatan ini untuk menjaga ketahanan pangan."Silakan bertanya, tapi maaf ada batas waktu saya dalam forum ini karena sebentar lagi saya bertolak ke Kabupaten Bone, Sulsel untuk menjadi Inspektur Upacara pemakaman anggota kami (Prada Yuliadi)," ujarnya di depan peserta rapat di antaranya para Danrem, Dandim, Babinsa, Kadivre, kabulog se kawasan Sulawesi serta pedagang-pedagang mitra Bulog.Diketahui, bentrokan antar anggota TNI dan Polri di Kabupaten Polman, Sulawesi Barat atau sekitar 250 Kilometer dari kota Makassar ini terjadi Minggu siang, (30/8) sejak pukul 14.00 Wita hingga ketegangan berlanjut malam hari.Prada Yuliadi, anggota Yonif 721 Kompi Senapan B Makassar tewas karena luka tembak di perut.

Rekomendasi