Para pengojek syar'i tetap lincah bermotor meski berbusana muslim

Lima bulan beroperasi, mereka sudah banjir orderan.

Lia Harahap
Oleh Lia Harahap - Reporter
Para pengojek syar'i tetap lincah bermotor meski berbusana muslim
Ojek Syari Surabaya. ©facebook.com/Ojek Syar'i Surabaya

Ojek Syar'i yang bermarkas di Surabaya resmi beroperasi sejak 10 Maret lalu. Selain di Surabaya, Ojek Syar'i juga mengaspal di beberapa kota seperti Yogyakarta, Sidoarjo, Gresik, Jakarta, dan Malang.Lebih kurang ada 30 armada yang beroperasi di sejumlah kota itu. Dengan tarif yang ditawarkan, Rp 5.000 untuk pemesanan dan Rp 3.000 per kilometer berikutnya, Ojek Syari'i mendapatkan sambutan yang cukup baik."Alhamdulillah, sambutannya baik. Banyak penumpang yang sangat excited. Malah kadang ada yang jadi teman curhat, kagum karena mereka lebih nyaman," jelas Evilita Adriani (19), salah satu owner Ojek Syar'i saat berbincang dengan merdeka.com, Jumat (7/8) malam.Penumpang juga bak teman buat para pengemudi Ojek Syar'i. Tak jarang, usahanya ini ikut terbantu dengan promosi yang dilakukan penumpang."Jadi banyak juga penumpang yang memfoto jaket kita terus diunggah ke media sosial," tambahnya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa


Antusiasnya para wanita dengan kehadiran Ojek Syar'i terkadang membuat mereka kewalahan menghadapi orderan. Minimnya armada membuat mereka tak bisa menampung semua orderan yang masuk."Banyak juga yang tak terlayani karena kadang ada juga yang pesan dari jauh hari. Belum lagi kita kan bisa juga untuk bulanan," beber wanita 19 tahun ini.Khusus untuk pelanggan bulanan, secara tarif sama saja. Yang membedakan mereka diberikan diskon 5-10 persen tergantung jarak yang diantar. Selain itu, proses pembayaran dalam sebulan dibayarkan di awal sebagai DP, kemudian sisanya setengah bulan berikutnya."Untuk orderan, kadang untuk Surabaya dan Sidoarjo itu ada 30 orderan seharinya," jelas Lita.Ditambahkan Reza, owner Ojek Syar'i lainnya, selama mereka beroperasi belum ada penolakan dari ojek pangkalan. Bisanya, mereka mengambil pelanggan di kantoran, rumah, kampus sampai terminal.Lalu tidakkah susah bagi wanita berbusana muslim mengendarai motor?"Ada juga pengendara yang pakai rok panjang, tapi ada juga yang enggak. Kebanyakan dari pengemudi kita pakai matic jadi lebih mudah mengendarai," kata Reza.Untuk mengembangkan usaha mereka ke depan, Lita dan Reza sepakat terus melakukan pemasaran baik lewat medsos maupun selebaran yang diserahkan di sejumlah tempat, komunitas dan kegiatan seperti seminar."Selain itu kita tingkatkan kerja sama kemitraan di daerah," pungkasnya.

Rekomendasi