Kekeringan, petani kentang Dieng sedot air Telaga Merdada

Mereka menyedot dengan menggunakan mesin diesel yang mereka beli sendiri sebesar Rp 2 juta.

Debby Restu Utomo
Oleh Debby Restu Utomo - Editor
Kekeringan, petani kentang Dieng sedot air Telaga Merdada
Lebih dari 200 petani kentang di kawasan Dieng melakukan penyedotan air dari Telaga Merdada selama musim kemarau untuk menghidupi lahan yang dijadikan gantungan hidup mereka. ©2015 Merdeka.com/Chandra Iswinarno
1 dari 6 halaman
Kekeringan, petani kentang Dieng sedot air Telaga Merdada
Para petani meletakkan pipa panjang dengan digerakkan diesel berbahan bakar solar untuk disalurkan ke lahan pertanian kentang mereka yang jauhnya mencapai 800 meter dari Telaga Merdada, Dieng. ©2015 Merdeka.com/Chandra Iswinarno
2 dari 6 halaman
Kekeringan, petani kentang Dieng sedot air Telaga Merdada
Petani kentang beramai-ramai menyedot air Telaga Merdada di kawasan Dieng Banjarnegara Jawa Tengah. ©2015 Merdeka.com/Chandra Iswinarno
3 dari 6 halaman
Kekeringan, petani kentang Dieng sedot air Telaga Merdada
Petani kentang di Telaga Merdada mengeluarkan uang sebanyak Rp 2 juta untuk membeli satu mesin penyedot air yang digunakan untuk menghidupi lahan pertanian kentang mereka. ©2015 Merdeka.com/Chandra Iswinarno
4 dari 6 halaman
Kekeringan, petani kentang Dieng sedot air Telaga Merdada
Pipa paralon yang panjangnya ratusan meter ini menjadi wadah sumber air bagi lahan pertanian petani di tiga desa yang ada di Kecamatan Batur Banjarnegara, Jawa Tengah. ©2015 Merdeka.com/Chandra Iswinarno
5 dari 6 halaman
Kekeringan, petani kentang Dieng sedot air Telaga Merdada
Pipa-pipa penyedot air tersebut dipasang dengan cara disambungkan dari ujung yang satu dengan lainnya. Penyedotan air tersebut dengan menggunakan satu mesin bisa menyiram satu hektare lahan kentang. ©2015 Merdeka.com/Chandra Iswinarno
6 dari 6 halaman
Kekeringan, petani kentang Dieng sedot air Telaga Merdada
Setiap petani harus merogoh kocek lebih dalam untuk menggunakan mesin penyedot air, tiap petani rata-rata mengeluarkan dana sebesar Rp 40 ribu untuk per 5 liter bbm yang digunakan. ©2015 Merdeka.com/Chandra Iswinarno
Rekomendasi