Selain AKI, aliran Ahmadiyah juga masih berkembang di Sumsel

Pengikut Ahmadiyah terus menyebarkan ajarannya kepada masyarakat, terutama bagi masyarakat yang buta terhadap agama.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Selain AKI, aliran Ahmadiyah juga masih berkembang di Sumsel
Ahmadiyah. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Selain ajaran Amanat Keagungan Illahi (AKI), di Sumsel juga masih berkembang aliran Ahmadiyah. Padahal, aliran ini sudah dinyatakan sebagai aliran sesat dan menyesatkan.

Kasubag Humas Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Sumsel Saefuddin Latief mengungkapkan, dari pantauan, pengikut Ahmadiyah terus menyebarkan ajarannya kepada masyarakat, terutama bagi masyarakat yang buta terhadap agama.

"Ada beberapa aliran yang kita pantau, selain AKI ada juga Ahmadiyah yang tetap menyebarkan ajarannya," ungkap Saefuddin, Jumat (20/3).

Namun, keberadaan pengikut Ahmadiyah tersebut sulit terpantau. Sebab, mereka menyebarkan ajarannya secara sporadis dan sembunyi-sembunyi. Meski demikian, cukup banyak warga yang terpikat masuk ke aliran tersebut.

"Kami tidak tahu berapa jumlah penganutnya, tapi cukup banyak dan menyebar di Sumsel," kata dia.

Dia menambahkan, Ahmadiyah resmi dilarang berdasarkan keputusan bersama tiga menteri. Karena desakan dari berbagai organisasi kemasyarakatan, Gubernur Sumsel waktu itu dijabat oleh Mahyudin juga mengeluarkan surat keputusan pelarangan terhadap Ahmadiyah yang tertuang dalam Keputusan Gubernur Sumsel Nomor : 563/KPTS BAN.KESBANGPOL & LINMAS/2008.

Dalam keputusan itu, Ahmadiyah harus menghentikan segala aktivitas mereka dalam wilayah Sumsel yang mengatasnamakan Islam dan bertentangan dengan ajaran agama Islam.

"Jelas, pemerintah sudah melarangnya. Otomatis tidak boleh berkembang," pungkasnya.

Rekomendasi