Meski mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah, sejumlah korban Lisa Rudiani, wanita cantik yang menipu rekan kerjanya dengan modus investasi jual beli handphone mengaku tidak melapor ke polisi. Mereka tidak melaporkan perbuatan Lisa karena mereka tidak memiliki bukti yang kuat."Waktu saya investasi di jual beli handphone itu, kita kan ga pakai perjanjian di atas materai. Sistem kepercayaan," ujar Y, salah satu korban yang juga rekan kerja Lisa saat dihubungi merdeka.com, Senin (24/11). Y mengatakan, ia diajak menjalankan bisnis investasi jual beli handphone saat mereka satu kantor di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Saat itu dirinya percaya begitu saja tanpa menuliskan perjanjian tertulis."Saya kan sudah dekat banget sama dia. Sudah seperti adek angkat bagi saya. Makanya saya percaya begitu saja," ujar Y.Meski menyesal dengan perbuatannya yang begitu saja memercayai wanita kelahiran Labuhan Batu 27 Januari 1990 itu, ia tidak berharap uangnya dapat kembali. Namun ia berharap, korban-korban Lisa yang mempunyai bukti dapat melaporkan perbuatannya ke polisi.Sebelumnya, nama Lisa Rudiani ramai menjadi pembicaraan di forum Kaskus karena wanita kelahiran Labuhan Batu 27 Januari 1990 ini telah menipu beberapa rekannya. Bahkan ada yang mengaku ditipu hingga puluhan juta.Dari data yang dituliskan, Lisa terakhir bekerja di Soechi Group sebagai sekretaris. Wanita berkulit putih tersebut dipecat karena kasus penipuan dan pencurian terhadap salah satu pekerja.Bahkan di salah satu perusahaan tempat Lisa pernah bekerja, PT. Tawada Healthcare pernah menulis iklan baris di salah satu surat kabar akan menyerahkannya ke kepolisian jika tidak segera menghadap ke kantor. Iklan baris tersebut dimuat pada 20 Mei 2013.
Ini alasan korban tak lapor kasus Lisa, penipu cantik ke polisi
Waktu memulai bisnis investasi jual beli handphone, korban tidak menulis perjanjian.
Advertisement
Rekomendasi