Warga Palembang, terutama pengguna jaringan listrik prabayar sejak dibuat kaget lantaran adanya perubahan isi KWH token listrik. Pasalnya, isi KWH token listrik sejak beberapa hari terakhir naik.Perubahan ini baru diketahui warga saat melihat meteran listrik ketika melakukan isi ulang. Sedangkan dari PT PLN tidak menyampaikan pemberitahuan resmi terkait kenaikan tarif dasar listrik (TDL) tersebut.Apandi (31) warga Talang Jambe Palembang mengaku sangat terkejut saat membeli token PLN Rp 100 ribu hanya mendapatkan 67.00 KWH. Padahal, pada September lalu, dia membeli token pulsa dengan harga yang sama mendapatkan 83.00 KWH."Saya kaget, isi token PLN berubah-ubah. Tadi saya baru isi ulang seratus ribu, tapi cuma dapat 67.00. Biasanya dapat 83.00," kata Apandi kepada merdeka.com, Selasa (4/11).Menurut dia, seharusnya PLN sebagai lembaga pengelola listrik melakukan sosialisasi sehingga warga tidak kaget. PLN juga tidak menaikkan isi token listrik sepihak yang merugikan konsumennya."Jika tidak ada sosialisasi, maka PLN dianggap melakukan pembohongan publik saat menjual token melalui pengecer. Publik harus diberitahu, jangan asal naikkan," tegasnya.Menanggapi persoalan itu, Deputi Manager Hukum dan Humas PT PLN Wilayah Sumsel, Jambi, Bengkulu (WS2JB) Lilik Hendro Purnomo saat dikonfirmasi membantah melakukan kenaikan TDL. Menurut dia, kenaikan itu bisa jadi dilakukan pengecer token listrik yang tidak resmi, seperti konter maupun pemilik toko skala kecil."Mereka kan biasanya ambil untung besar. Wajar kalo berkurang seperti itu. Kalo beli di loket resmi, tidak bakal terjadi," ujarnya.
Selain sering padam, warga Palembang keluhkan KWH token listrik
Warga mengaku sangat terkejut saat membeli token PLN Rp 100 ribu hanya mendapatkan 67.00 KWH.
Advertisement
Rekomendasi