Tiap hari listrik padam, pengusaha konveksi di Palembang merugi

Akibat pemadaman tersebut, pendapatan mereka menurun hingga 50 persen per hari.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Tiap hari listrik padam, pengusaha konveksi di Palembang merugi
Mati lampu. reuters

Pemadaman listrik yang dilakukan PT PLN di wilayah Sumsel sejak beberapa hari terakhir membuat usaha konveksi di Palembang tak bisa beroperasi optimal. Akibatnya, pengusaha mengaku merugi hingga 50 persen dari hari normal.Kepada merdeka.com, Hambali (56), salah satu pengusaha konveksi di Jalan Mayor Salim Batubara Palembang mengeluhkan kebijakan PT PLN yang merugikan pelanggannya. Apalagi, pemadaman itu terjadi di siang hari saat usahanya beroperasi."Listrik padam jelas merugikan banyak usaha orang, termasuk konveksi. Karena mesin kami tak bisa hidup tanpa listrik," ungkap Hambali, Minggu (2/11).Akibat pemadaman tersebut, pendapatannya menurun hingga 50 persen per hari. Jika kondisi ini berlangsung lama, pendapatan diprediksi jauh lebih besar."Kami sudah coba pakai genset, tapi dayanya tak cukup. Lagi pula, genset juga gunakan bensin," kata dia.Senada diungkapkan Murtani (45), tukang jahit di Pasar Cinde Palembang. Dia menuturkan, sebagai satu-satunya penyedia jasa listrik, seharusnya PLN memberikan pelayanan maksimal kepada konsumen. Bukan malah mencari keuntungan sepihak."Bayaran listrik naik terus tapi pelayanannya tak pernah bagus," cetusnya.Diberitakan sebelumnya, Deputi Manager Hukum dan Humas PT PLN Wilayah Sumsel, Jambi, Bengkulu (WS2JB) Lilik Hendro Purnomo mengungkapkan, dalam waktu setengah bulan ke depan, pemadaman listrik secara rutin akan dilakukan di Sumsel, Jambi, dan Bengkulu. Hal ini disebabkan proses perbaikan kerusakan yang terjadi di pembangkit listrik AGP di Borang yang memiliki 250 megawatt (MW).

Rekomendasi