Pemprov DKI Jakarta menggelar Pekan Raya Jakarta (PRJ) di Monumen Nasional (Monas) selama 10 hari. PRJ Monas ini telah digelar sejak kemarin dan rencananya akan digelar hingga tanggal 20 Juni nanti.Pantauan merdeka.com, puluhan bahkan ratusan pedagang kaki lima (PKL) sudah membludak membanjiri PRJ Monas. Mereka berduyun-duyun mengais rejeki dengan menjajakan barang dagangannya dengan memanfaatkan momen PRJ Monas ini.Namun, tidak sedikit pula para PKL uang justru menjadi penyebab pameran dan pengunjung terasa kurang nyaman. Sebab, kondisi terlihat kurang rapi dan pemandangan tampak kotor.Mereka yang tidak kebagian stand yang disediakan oleh Pemprov DKI Jakarta, memilih untuk menempati sepanjang taman dan jalan ke Monas sebagai lapak dasaran. Ratusan PKL tersebut berjejer memenuhi area pejalan kaki dan taman tanpa izin sama sekali."Habis enggak ada tempat, enggak ada yang ngatur, ya di sini sana. Namanya juga cari makan," kata salah satu pedagang kopi asal Madura, Lestari di lokasi, Jakarta, Rabu (11/6).Selain Lestari, tak sedikit pula PKL lain juga memilih taman dan jalan menuju Monas untuk memancing pengunjung. Dengan memanfaatkan tikar berukuran 3 x 4 meter sebagai alas, Lestari dan rekan-rekannya mulai menggelar termos, kopi, mie seduh dan jajanan lainnya."Di sini enggak bayar sewa dan tidak perlu izin," katanya singkat.Menjelang siang hari, puluhan PKL dengan berbagai macam dagangan mulai memasuki area Monas melalui pintu selatan. Mereka berduyun-duyun mendorong gerobak dagangannya agar bisa menggelar lapak dekat tenda PRJ.Ada pula yang memilih untuk menerobos pagar Monas yang kebetulan sudah jebol sebelumnya. "Cari jalan singkat, di sini lebih cepet," kata Ipang, salah satu penjual teh botol.Sedangkan beberapa pengunjung mulai mengeluh dengan kesemerawutan di area PRJ Monas. Selain parkir yang sulit dan kurang nyaman, tidak sedikit pula pengunjung yang menyesalkan mahalnya barang jajanan.
"Minuman teh dalam botol di Jakarta Fair Kemayoran dijual tiga sepuluh ribu rupiah, di sini tiga lima belas ribu rupiah," kata pengunjung dari Cawang, Dini beserta rombongannya.
Tentu kondisi semacam ini dapat dijadikan masukan agar pelaksanaan PRJ Monas betul-betul berjalan dengan baik. Sehingga, kenyamanan warga ibu kota yang ingin berkunjung ke PRJ Monas dapat terpenuhi.Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan tegas menyatakan, pihaknya bakal membersihkan kawasan Monas dari pedagang kaki lima (PKL). Apalagi pedagang-pedagang yang berjualan seenaknya.
"Kami tidak akan mentoleransi PKL di Monas. Kami akan gusur semua. Perda kami mengatur tidak boleh jual di taman dan trotoar," ujar Ahok dalam pidatonya di acara Pembukaan PRJ Monas, Jakarta Pusat, Selasa (10/6).