Hilangkan trauma korban sodomi, Komnas PA gandeng psikolog

Kondisi M (5), korban sodomi di TK JIS masih trauma. Tidak mau sekolah, dan memilih berdiam diri enggan bertemu orang.

Laurel Benny Saron Silalahi
Hilangkan trauma korban sodomi, Komnas PA gandeng psikolog
Jakarta International School. ©2014 Merdeka.com

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait menyatakan siap membantu memulihkan trauma yang menimpa M (5) murid TK Jakarta Internasional School (JIS). Aris mengatakan, dalam hal ini pihaknya akan menunjuk seorang terapi psiko sosial bagi korban."Kami akan sarankan kepada orangtuanya agar korban diberikan terapi psiko sosial untuk menghilangkan traumanya. Contohnya akan kerjasama dengan psikolog-psikolog untuk pemulihan. Karena sampai hari ini, anak ini tidak mau sekolah, nilai akademisnya menurun, mimpi buruk, dan tidak mau bertemu orang lain," kata Arist, kepada wartawan di kantor Komnas PA, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (16/4).Menurut Arist, terapi akan dilakukan berkala untuk memulihkan kondisi jiwa dan mental korban. Arist berharap, kepada orang tua korban agar masalah ini segera dituntaskan, agar tidak menimbulkan efek tidak baik bagi perkembangan sang anak."Sebagai anak, korban pasti merasa tekanan mental dan trauma yang hebat. Orang tua harus segera memulihkan kondisi sang anak," ujarnya.Arist menuturkan dari hasil pemeriksaan pada korban, ia menyimpulkan pelaku adalah paedofil yakni orang yang mengidap penyimpangan seksual yakni memiliki hasrat seksual pada anak-anak."Pelaku benar-benar sudah di luar batas, ini menandakan pelaku mengalami kelainan seksual," tandasnya.

Rekomendasi