Walhi: Musyrik kalau salahkan hujan jadi penyebab banjir

Lembaga pemerhati lingkungan Walhi geram dengan ketidakpedulian masyarakat terhadap lingkungan.

Mustiana Lestari
Oleh Mustiana Lestari - Reporter
Walhi: Musyrik kalau salahkan hujan jadi penyebab banjir
banjir. merdeka.com/Arie Basuki

Lembaga pemerhati lingkungan Walhi geram dengan ketidakpedulian masyarakat terhadap lingkungan. Menurut Walhi kini seolah-olah masyarakat takut dengan seringnya hujan di Jakarta."Yang namanya volume air tetap segitu enggak bisa berubah tapi gentongnya ini yang dikurangi. Kalau lama-lama hanya menyalahkan curah hujan nanti masyarakat ini takutnya musyrik, bilang banjir karena tuhan padahal hujan itu berkah," tegas Manajer Penanganan Bencana Walhi Nasional Mukri Friatna di dalam diskusi polemik Sindo Radio 'Bencana dan kita' di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (18/1).Menurut Walhi, bencana banjir dan longsor yang terjadi di daerah dikarenakan banyak hutan yang beralih fungsi. Dari data yang diberikan Walhi banyaknya hutan yang ditebang untuk pemukiman dan industri."Dulu hutan yang tersisa ada 160 juta hektar hari ini cuma 50 juta hektar," ucap Mukri Friatna lagi.Tak heran bencana datang lebih besar dari tahun sebelumnya. Bahkan presentasenya mencapai 300 persen."Kejadian terjadi 475 banjir dan longsor terjadi di tahun 2012. Sedangkan di tahun 2013 meningkat menjadi 1392 bencana banjir dan longsor yang terjadi," terang Mukri lagi.

Rekomendasi