Ngunduh mantu besan Sultan di Kudus berlangsung sederhana

Sebanyak 500 tamu diundang untuk menghadiri acara proses ngunduh mantu dengan seting busana khas Kudus.

Parwito
Oleh Parwito - Reporter
Ngunduh mantu besan Sultan di Kudus berlangsung sederhana
Ngunduh mantu puti Sultan. ©2013 Merdeka.com

Prosesi upacara adat pernikahan Jawa ngunduh mantu besan Sri Sultan Hemengkubuwono (HB) X, Sigim Machmud berjalan lancar tanpa halangan apapun.Acara ngunduh mantu pasangan pengantin KPH Notonegoro dan GKR Hayu yang merupakan putra keempat Sri Sultan X yang berlangsung di Ballroom Majesty Palace Hotel Gryptha, Jalan Kol. Agil Kusumadya, Kudus, Jawa Tengah Sabtu(26/10) siang tadi dikemas secara sederhana.Sebanyak 500 tamu yang diundang untuk menghadiri acara proses ngunduh mantu dengan seting busana khas Kudus yang didominasi warna ungu itu. Baik dari keluarga besar Sri Sultan HB X maupun dari keluarga Sigim Machmud mengenakan busana adat Jawa khas Kudus itu.Acara yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tidak diwarnai dengan sajian budaya baik berupa tarian maupun budaya lainnya yang merupakan ciri khas Kudus. Hanya iringan musik seperangkat gamelan beserta dua orang sinden melantunkan tembang-tembang Jawa selama acara berlangsung.Begitu acara hendak dimulai, sepasang pengantin KPH Notonegoro dan GKR Hayu didampingi kerabat berjalan sejauh sekitar 300 meter dari loby Hotel Grypta memasuki Balroom hotel.Usai sepasang pengantin duduk di singgasana berlatar gebyok khas Kudus yang dihiasi aneka macam bunga, disusul kemudian datangnya Sri Sultan HB X bersama GKR Hemas bersama besannya selaku tuan rumah. Usai serah terima pengantin dalam bahasa Jawanya seserahan dari kedua belah pihak, ratusan tamu undangan langsung mengucapkan selamat kepada kedua mempelai dan masing-masing orangtuanya. Diakhiri dengan menikmati hidangan yang telah disajikan oleh tuan rumah.Selama prosesi berlangsung puluhan personel TNI-Polri ikut mengamankan jalanya upacara ngunduh mantu tersebut. Pengamanan terkonsentrasi di bagian depan halaman hotel yang berada di perbatasan antara Kabupaten Demak dan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah itu.

Rekomendasi