Sambut arak-arakan manten, pedagang Malioboro rela tutup lapak

Kirab pengantin ini akan dilaksanakan pukul sekitar 09.00 WIB dan akan dilanjutkan dengan resepsi di bangsal Kepatihan.

Kresna
Oleh Kresna - Reporter
Sambut arak-arakan manten, pedagang Malioboro rela tutup lapak
Pernikahan putri sultan HB X. ©2013 merdeka.com/dwi narwoko

Ribuan Rakyat Yogyakarta menyambut arak-arakan pengantin baru, GKR Hayu dan KPH Notonegoro sepanjang jalan dari Kraton hingga Kepatihan. Ribuan rakyat tersebut sudah mulai berkumpul sejak pukul 07.00 WIB dan begitu antusias untuk menyaksikan arak-arakan putri sultan keempat tersebut.Bahkan begitu antusiasnya, sejumlah pedagang di Malioboro rela untuk libur berjualan demi kelancaran acara kirab pengantin tersebut. Salah satunya adalah Daru Setiawan, pedagang kaos khas Yogyakarta di Malioboro. Dia menuturkan khusus hari ini, di mana kirab dilaksanakan, dia menutup sementara lapak dagangannya."Sebagai orang Yogyakarta saya turut gembira dengan nikahan Gusti Hayu, tutup sementara untuk turut merayakan kegembiraan kraton," ujar Daru yang juga kerap dipanggil dengan nama Penjol ini, Rabu (23/10).Selain Daru, Ketua GP Ansor Kota Yogyakarta, Ambar Anto sebagai salah satu petugas penjaga kirab di Malioboro dia merasa bangga dilibatkan untuk mengamankan kirab."Ini kebanggaan tersendiri bagi saya sebagai warga Yogya bisa turut berpartisipasi menjaga kirab pengantin, walau harus bolos kerja pun nggak papa," ujar Ambar.Menurutnya pesta pernikahan ini bukan hanya milik Kraton dan kerabatnya, tetapi merupakan pesta rakyat karena kebahagiaan Kraton merupakan kebahagiaan Rakyat."Masyarakat dan Kraton tidak bisa dipisahkan karena itu sudah wajar jika ini disebut pesat rakyat," tandas Ambar.Ia berharap GKR Hayu dan KPH Notonegoro bisa menjadi keluarga yang Sakinah, Mawadah dan warohmah. Kirab pengantin ini akan dilaksanakan pukul sekitar 09.00 WIB dan akan dilanjutkan dengan acara resepsi di bangsal Kepatihan sekitar pukul 10.00 WIB.

Rekomendasi