Ikut kirab pengantin, Sultan HB X naik kereta Kyai Winomo Putro

GKR Hemas, sempat menuturkan bahwa keputusan Sultan untuk ikut kirab bisa jadi karena ini pernikahan anak terakhir.

Kresna
Oleh Kresna - Reporter
Ikut kirab pengantin, Sultan HB X naik kereta Kyai Winomo Putro
Pernikahan putri Sultan HB X. ©2013 Merdeka.com/Pool

Pada pernikahan putrinya yang keempat ini, Sri Sultan Hamengkubuwono X secara langsung mengikuti kirab pengantin dari Kraton menuju bangsal Kepatihan. Sultan secara langsung turut ikut dalam rombongan dengan menaiki kereta Kyai Winomo Putro didampingi oleh GKR Hemas.Padahal pada kirab pengantin sebelumnya, Sultan tidak pernah ikut langsung dalam arak-arakan kirab. Saat di jumpai wartawan, GKR Hemas beberapa waktu lalu, sempat menuturkan bahwa keputusan Sultan untuk ikut kirab bisa jadi karena ini pernikahan terakhir anaknya."Mungkin karena ini anaknya yang terakhir yang menikah, jadi sudah selesai tanggung jawab kami sebagai orang tua," ujar GKR Hemas.Meski demikian tidak ada penjelasan pasti terkait alasan Sultan akhirnya turut dalam kirab kali ini. Jika dilihat, Sultan memang memberikan keistimewaan serta perhatian dalam pernikahan anaknya kali ini. Beberapa keistimewaan itu salah satunya penggunaan masjid Panepen untuk acara Ijab dan keikutsertaan Sultan dalam kirab.Selain Sri Sultan HB X, kirab ini juga akan diikuti oleh Pakualam IX dan sekitar 360 prajurit Bregodo dan 71 ekor kuda yang menarik 12 kereta. KPH Notonegoro dan GKR Hayu lambaikan tanganSenyum bahagia selalu terpancar dari pasangan pengantin baru, KPH Notonegoro dan GKR Hayu sepanjang arak-arakan. Dengan mengenakan busana berwarna hijau bludru, kedua mempelai melambaikan tangan kepada masyarakat yang sudah sejak tadi pagi menanti kedatangan arak-arakan.Empat ekor kuda putih perlahan membawa sepasang pengantin baru ini melewati alun-alun utara melewati perempatan Kantor Pos Besar menuju bangsal Kepatihan di kompleks Kantor Gubernur DIY. Ekspresi kegembiraan tersebut juga ditunjukan oleh sejumlah masyarakat yang hadir dalam arak-arakan. Di antara mereka ada yang melambaikan tangan sembari meneriakkan nama GKR Hayu.Weny mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta yang hadir dalam arak-arakan tersebut mengungkapkan dia turut mendoakan kedua pengantin baru. Mahasiswa yang sudah hampir lima tahun tinggal di Yogyakarta ini merasa sudah selayaknya masyarakat menyambut putri rajanya yang menikah."Inikan putri raja, jadi kita juga turut bahagialah, ya walau saya bukan warga asli Yogya, tapi saya bisa merasakan kebahagiaan itu juga," tutur Weny.Arak-arakan pengantin baru dan kerabat Kraton ini merupakan wujud dari kesatuan antara Kraton dengan masyarakat atau yang bisa dikenal dengan istilah Manunggal Ing Kaluwo Gusti yang bisa diartikan bersatunya pemimpin dengan rakyat akan mendatangkan kemakmuran.

Rekomendasi