Masjid Panepen tempat pelaksanaan ijab kabul KPH Notonegoro dengan GKR Hayu merupakan masjid yang biasanya digunakan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X menyendiri. Masjid ini memang digunakan oleh raja-raja sebelumnya untuk menyendiri.Masjid dengan kapasitas kecil ini tidak semua orang atau pun kerabat kraton boleh masuk ke dalamnya. Hanya orang tertentu seperti raja-raja terdahulu saja yang boleh menggunakan masjid tersebut.Menurut, Profesor Joko Suryo, pakar Budaya Keraton, penggunaan masjid Panepen untuk acara pernikahan bisa diartikan sultan ingin pernikahan putrinya menjadi sesuatu yang lebih private bagi dirinya."Bisa jadi dengan penggunaan masjid Panepen yang biasa digunakan untuk menyendiri oleh sultan untuk ijab, sultan ingin pernikahan putrinya yang terakhir ini menjadi bagian yang intim sehingga pakai masjid yang merupakan tempat privasi bagi sultan," ujar Joko saat diwawancarai, Selasa (22/10).Joko menerangkan, biasanya masjid ini digunakan oleh raja-raja untuk merenungkan permasalahan dan mencari jalan keluar dengan cara menenangkan diri di dalam masjid Panepen."Kalau sedang ada permasalahan, raja-raja, termasuk Sultan HB X akan menenangkan diri di sini, mencari jalan keluar dari permasalahan tersebut," ujarnya.
Ijab kabul digelar di masjid Panepen, tempat sultan merenung
Bisa jadi, sultan ingin pernikahan putrinya yang terakhirnya ini menjadi bagian yang intim sehingga pakai masjid.
Advertisement
Rekomendasi