KPH Notonegoro langsungkan akad nikah tanpa GKR Hayu

Mas kawin berupa Alquran dan seperangkat alat salat dari KPH Notonegoro, dibuat oleh pengrajin Kudus.

Kresna
Oleh Kresna - Reporter
KPH Notonegoro langsungkan akad nikah tanpa GKR Hayu
Prosesi siraman GKR Hayu dan KPH Notonegoro. ©2013 Merdeka.com/Pool

Akad nikah pasangan KPH Notonegoro dengan GKR Hayu berlangsung di Masjid Panepen, Keraton, Yogyakarta. Acara sakral tersebut tanpa dihadiri mempelai perempuan.GKR Hayu diwakili oleh orangtua, Sri Sultan Hamengkubuwono X didampingi para menantu dan kerabat dekatnya. Sebelum mulai akad nikah, Kanjeng Raden Penghulu Dipodiningrat, penghulu yang memimpin prosesi ini, memberikan wejangan kepada KPH Notonegoro."Wong wedok niku tanggung jawabe wong lanang (Perempuan itu merupakan tanggung jawab laki-laki)," kata Dipodiningrat di Yogyakarta, Selasa (22/10).Setelah diberikan wejangan, KPH Notonegoro kemudian melakukan ijab dengan dipimpin oleh Sri Sultan HB X."Saya setuju menikahi anak Ngarso Dalem, dengan mas kawin Alquran dan seperangkat alat salat dibayar tunai," kata KPH Notonegoro.Dalam akad ini, KPH Notonegoro memang hanya memberikan mas kawin berupa Alquran dan seperangkat alat salat, tanpa ada sejumlah uang atau pun cincin emas. Karena menurut dia, GKR Hayu tidak bisa dinilai dengan materi. Alquran dan seperangkat alat salat tersebut merupakan hasil kerajinan dari Kudus, kampung halaman KPH Notonegoro.Setelah akad selesai dilaksanakan, KPH Notonegoro meninggalkan Masjid Panepen disusul oleh Sri Sultan HB X. Nantinya akan dilanjutkan dengan prosesi Panggih di bangsal kencono, yang mempertemukan kedua mempelai.

Rekomendasi