Koordinator Sub Komisi Pengkajian dan Penelitian Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Roichatul Aswidah menilai tindakan juru bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman yang menyiram teh ke wajah Sosiolog Thamrin Amal Tomagola bertentangan dengan demokrasi. Dia pun menilai tindakan itu merupakan bukti FPI tidak siap berdemokrasi."Tindakan itu mencerminkan tidak siap berdemokrasi," ujar Roichatul di Jakarta, Jumat (28/6).Roichatul sepakat jika tindakan Munarman digolongkan ke dalam kekerasan ormas. Namun demikian, menurut dia, kekerasan tersebut tidak perlu dicegah menggunakan RUU Ormas, karena instrumennya sudah terdapat dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP)."Kekerasan itu sudah memiliki instrumen KUHP. Bahwa negara kita harus tegas terhadap kekerasan oleh organisasi maupun individu," kata dia.Lebih lanjut, Roichatul pun menyayangkan sikap aparat penegak hukum yang tidak menindak tegas kekerasan organisasi maupun individu mengatasnamakan ormas. "Sekarang sebenarnya polisi tinggal ambil tindakan dengan instrumen hukum yang ada. Tinggal ada atau tidak kemauan polisi untuk itu," pungkas dia.
\r\nMunarman siram teh ke Thamrin, bukti FPI tak siap berdemokrasi
KontraS menyayangkan sikap aparat penegak hukum yang tidak menindak tegas kekerasan yang mengatasnamakan ormas.
Rekomendasi