Pengguna jalan I Gusti Ngurah Rai mengungkapkan kekecewaannya atas pemblokiran jalan oleh warga Kampung Sumur, Jakarta Timur dan sekitarnya. Mereka yang hendak menuju Jatinegara dari arah Pondok Kopi terpaksa memutar arah karena penutupan jalan. "Dari Pondok Kopi udah gak gerak. Terpaksa muter lewat Casablanca itu juga macetnya lumayan parah," kata Haris, warga Klender kepada merdeka.com, Sabtu (18/5). Kemacetan parah tidak terelakkan akibat pemblokiran itu. Pemblokiran Jalan I Gusti Ngurah Rai Jakarta Timur yang dilakukan massa dengan memalang badan jalan dengan kendaraan roda empat berakhir."Pada awalnya kami tidak perlu hitam di atas putih tapi karena atas dasar permintaan warga dan demi kebaikan bersama jadi kami terpaksa mengadakan hitam di atas putih dan sepakat untuk mengakhiri aksi," kata perwakilan massa H Mukhlis di Jakarta.Mukhlis menjelaskan inti kesepakatan tersebut yaitu warga masyarakat akan diajak berbicara dengan Wali Kota Jakarta Timur pada Senin (20/5) dan pada pukul 10.00 WIB akan bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta.Jalan I Gusti Ngurah Rai diblokir massa yang menolak penggusuran. Pemblokiran dilakukan sekitar pukul 7.30 WIB dengan memalang jalan, terlihat satu unit busway koridor 11 rute Kampung Melayu-Pulo Gebang memalang jalan tepat di depan PMI Jakarta Timur.Selain busway, sejumlah kendaraan roda empat juga dihentikan paksa oleh massa dengan mengempeskan ban mobil sehingga arus lalu lintas terhenti.
Pengguna jalan sesalkan pemblokiran ganggu aktivitas publik
Sabtu (18/5) pagi, massa memalangkan mobil roda empat dan truk hingga menutup Jalan I Gusti Ngurah Rai.
Advertisement
Rekomendasi