Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Albert Hasibuan menyebut Komisi Pemberantasan Korupsi saat ini adalah simbol perlawanan rakyat. Hal ini karena masyarakat sudah jengah atas perilaku rasuah yang makin merajalela."KPK sudah menjadi sebuah fenomena menarik. Saya lihat KPK menjadi simbol perlawanan dari masyarakat yang ingin negara bersih," kata Albert usai bertemu Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja di Gedung KPK, Senin (8/10) siang.Albert berharap antara masyarakat dan KPK ada kerjasama yang baik. Dia mengatakan masyarakat harus bisa mengendalikan KPK dan lembaga antikorupsi itu bisa memaparkan pekerjaannya kepada masyarakat.Menurut Albert, KPK telah berkembang karena prestasi. Lembaga penegak hukum itu bisa mengembalikan uang belanja negara."Dan oleh karena itu KPK tidak boleh diganggu pekerjaannya. Terutama bagi yang ingin mengubah dan mencampuri hak dan wewenang KPK," ujar Albert.Sementara itu, pendapat bernada sama disampaikan oleh Adnan Pandu Praja. Menurut dia, lembaga antirasuah di negara lain didukung oleh lembaga eksekutif (presiden)."KPK di Singapura, Malaysia, atau negara lainnya sangat didukung lembaga eksekutif. Contohnya di Malaysia, baru-baru ini pemerintahnya menaikkan anggaran dan jumlah anggotanya. Sementara di Indonesia malah sebaliknya," kata Adnan.Bagi Adnan, hambatan utama pemberantasan korupsi di Indonesia adalah lantaran bangsa ini belum meletakkan semangat pemberantasan korupsi di dalam dasar negara (Undang-Undang Dasar 1945).
Wantimpres: KPK simbol perlawanan rakyat terhadap korupsi
"KPK di Singapura, Malaysia, atau negara lainnya sangat didukung lembaga eksekutif," ujar Adnan Pandu Praja.
Advertisement
Rekomendasi