Guru penabrak murid TK masih pingsan

Dipastikan insiden tersebut terjadi di luar kesengajaan Marini. "Mana ada guru mau mencelakai muridnya."

Yan Muhardiansyah
Oleh Yan Muhardiansyah - Reporter
 Guru penabrak murid TK masih pingsan
ilustrasi

Marini (22), guru penabrak murid TK di Perguruan Buddhis Bodhicitta, Medan, belum juga menyerahkan diri ke polisi. Hal ini bukan karena ia ingin melarikan diri, tapi karena kondisinya yang masih shock."Dia ingin menyerahkan diri, tapi pingsan, sadar, kemudian pingsan lagi," kata Rudi Rachman, perwakilan donatur Yayasan Perguruan Buddhis Bodhicitta, dalam jumpa pers di Medan, Jumat (2/3).Rudi memastikan insiden tersebut terjadi di luar kesengajaan Marini. "Bukan niat buruk, mana ada guru mau mencelakai muridnya," ujarnya.Dia mengatakan Marini sebenarnya ingin berniat baik memindahkan mobil Toyota Avanza miliknya yang terparkir di lapangan sekolah. Mobil itu dinilai mengganggu murid-murid yang sedang senam. "Namun ya namanya anak-anak, mungkin ingin dekat dengan gurunya, menyambut gurunya, dan kemudian ada yang tertabrak," kata dia.Mengetahui ada murid yang tertabrak, kata Rudi, Marini pun lantas gugup dan menginjak pedal gas. Laju mobil ke depan kemudian justru menabrak murid lebih banyak.Seperti diberitakan, sekitar pukul 10.00 WIB tadi, mobil yang dikendarai Marini itu menabrak belasan murid TK yang sedang senam di lapangan sekolah. Para murid yang terluka langsung dilarikan ke Rumah Sakit Columbia Asia, Medan. Pihak RS mengaku merawat 18 korban luka.Di mobil Toyota Avanza perak bernomor polisi BK 1272 VQ itu terdapat bercak darah. Mobil masih terparkir di halaman sekolah, Jl Selam I Mandala, Medan.

Rekomendasi