Ratusan orang diduga tertipu modus perekrutan CPNS Jabar
Merdeka.com - Ratusan orang di beberapa wilayah Jawa Barat diduga tertipu perekrutan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Mereka yang diperkirakan mencapai 400 orang dibuat kecele, lantaran dalam undangan bahwa Kamis (12/1) akan mendapat pembekalan langsung dari Gubernur Jabar Ahmad Heryawan sampai 10 hari ke depan.
Salah satu korban, Dani mengaku sudah menyetor duit Rp 100 juta pada seorang pria berinisial I. Duit itu nantinya bisa mengantarkannya menjadi PNS dengan ikut rangkaian pelatihan CPNS. Rangkaian sebelumnya pernah ditempuh dengan mengikuti pelatihan di Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
"Saya yakin karena selama proses itu sempat ada pelatihan di Lembang, pakai tes urine segala," kata Dani yang merupakan guru honorer di Jakarta, saat ditemui wartawan di Gedung Sate, Kota Bandung.
Korban lain asal Cimahi yang enggan disebutkan namanya, menyatakan serupa. Dia mengaku, mendapatkan lowongan CPNS lewat jalur titipan. Merasa yakin akhirnya duit Rp 100 juta digelontorkan untuk menjadi seorang PNS. "Saya baru kasih Rp 70 juta, tapi saya ngobrol ada yang udah masukin 120 juta," imbuhnya.
Dari situ beberapa rangkaian pelatihan juga pernah diikuti. Terakhir pelatihan di Lembang yang diperkirakan diikuti 700 peserta dia mengira adalah orang yang akan menjadi PNS. Dia yakin lantaran pelatihan itu diberikan SK yang ditandatangani Gubernur bahkan Sekda Jabar.
Kabid Pengadaan dan Mutasi Pegawai Badan Kepedawaian Daerah (BKD) Embun Pragnyamarta menduga korban yang mendatangi Gedung Sate adalah korban penipuan perekrutan CPNS. Sebabnya, sejak 2014 pemerintah sudah mengeluarkan moratorium penerimaan PNS. Selain itu tes penerimaan CPNS dilakukan tidak melalui jalur perseorangan namun melalui lembaga pemerintah yang resmi seperti BKD di kabupaten/kota.
"Saya tekankan tidak ada penerimaan cpns lewat perorangan yang ada lewat lembaga pemerintah," terangnya. Dia mengimbau, pada masyarakat untuk tidak terlalu percaya pada iming-iming pihak yang tidak bertanggung jawab agar bisa menjadikan PNS. Apalagi jika sejak awal sudah diminta uang untuk memuluskan langkah menjadi PNS.
Kasatreskrim Polrestabes Bndung AKBP Yoris Marzuki mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polres Cimahi lantaran kebanyakan korban berasal dari Kota Cimahi. Adapun beberapa korban berasal dari Kota Bandung akan langsung ditindaklanjuti.
"Kita sudah berkoordinasi dengan Polres Cimahi. Sedangkan untuk korban di Bandung akan kita tindaklanjuti," katanya via pesan singkat.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya