Rapat dengan DPR, KSP, Setneg dan BPIP Ajukan Tambahan Anggaran untuk Tahun 2020

Selasa, 18 Juni 2019 13:27 Reporter : Sania Mashabi
Rapat dengan DPR, KSP, Setneg dan BPIP Ajukan Tambahan Anggaran untuk Tahun 2020 Gedung DPR. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Komisi II DPR menggelar rapat kerja dengan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Pratikno dan Kepala Plt Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Haryono. Dalam rapat itu, mereka membahas penambahan anggaran untuk tahun 2020.

Dimulai dari Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) yang mengusulkan anggaran sebesar Rp615.168.584.000 dengan pagu indikatif tahun 2020 sebesar Rp2.104.476.045.000. Jika dirinci, tambahan anggaran itu untuk Sekretariat Negara, Sekretariat Presiden, Sekretariat Wakil Presiden, Pasukan Pengamanan Presiden, Dewan Pertimbangan Presiden, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, Kantor Staf Presiden.

Kemudian, KSP mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp615.168.584.000 dengan pagu indikatif tahun 2020 Rp76.584.364.000. Kepala KSP, Moeldoko mengatakan pagu yang disediakan pemerintah belum bisa mencukupi anggaran belanja.

"Pagu indikatif belum memenuhi kebutuhan belanja karena itu KSP telah mengajukan usulan tambahan anggaran pada Mesesneg Rp30.884.198.000," kata Moeldoko di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/6).

Sedangkan, Sekretariat Kabinet melalui Pramono Anung mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp80.886.106.000 dengan pagu indikatif tahun 2020 sebesar Rp296.559.039.000. Menurutnya, penambahan itu diperlukan karena ada penambahan pegawai.

"Kenapa harus ada penambahan untuk THR saja tidak cukup karena ada penambahan tadi," ungkap Pramono.

Terakhir BPIP, mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp187.115.780.000 pagu indikatif tahun 2020 hanya Rp216.998.054.000. Penambahan anggaran ini untuk menjalani program-program penguatan Pancasila.

Komisi II DPR menerima usulan tambahan anggaran itu. Usulan penambahan anggaran itu akan dibawa ke Badan Anggaran (Banggar) DPR.

"Komisi II DPR akan membahasnya secara mendalam pada rapat pembahasan RAPBN 2020 selanjutnya," ucap Ketua Komisi II Zainudin Amali. [ray]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. DPR
  3. Moeldoko
  4. Pramono Anung
  5. BPIP
  6. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini