Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ramuan Madura Populer Sampai Luar Negeri, BPOM Diminta Hadir di Pulau Garam

Ramuan Madura Populer Sampai Luar Negeri, BPOM Diminta Hadir di Pulau Garam Khofifah dan Emil datangi KPK. ©2019 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Pulau Madura tak hanya populer karena industri garamnya, tetapi juga jamu tradisionalnya yang dikenal tokcer. Sayang, banyak produk rumahan yang familiar dengan 'Ramuan Madura' ini belum teregistrasi Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM).

Karena alasan inilah Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menginstruksikan Badan POM, untuk segera membuka layanan registrasi UMKM di wilayah Madura, khususnya di Pamekasan yang banyak memproduksi ramuan tradisional.

"Di Madura kan banyak jamu-jamu Madura, kemudian mereka ingin memasarkan itu secara online, berarti jangkauannya langsung internasional, itu maka mereka membutuhkan registrasi dari Badan POM," kata Khofifah di Surabaya, Jumat (1/3).

Memang, diakui mantan Menteri Sosial ini, menjual produk apapun saat ini makin mudah karena adanya internet, atau media online. Namun khusus produk makanan dan minuman (Mamin), registrasi dari Badan POM menjadi penting. "Apalagi jika dipasarkan hingga luar negeri," lanjutnya.

Karena untuk produk Mamin seperti jamu, penjualan secara online tidak bisa dilakukan tanpa memiliki MD atau kode izin edar untuk industri lokal dari Badan POM.

"Maka mereka tidak bisa menjual online secara lebih terbuka gitu ya, online mungkin dalam artian paling di WA (WhatsApp) Grup paling gitu," ungkap gubernur yang juga Ketum PP Muslimat NU ini.

Belum Paham Registrasi MD

Sayangnya, para pelaku usaha di Pulau Madura kurang memahami bagaimana cara mendaftarkan produknya melalui Badan POM. Sementara saat ini, registrasinya ada di Surabaya. "Jadi jauh kalau ada kekurangan-kekurang persyaratannya."

Maka menurut Khofifah, keberadaan Badan Koordinator Wilayah (Bakorwil) menjadi penting. "Sehingga bila ada pendampingan, kemudian mereka bisa konsultasi, maka Bakorwil itu menjadi titik yang memungkinkan untuk dijangkau," katanya.

Dengan dibukanya pelayanan izin Badan POM di Bakorwil wilayah Madura, diharapkan pertumbuhan IKM (Industri Kecil Menengah) dan UKM makin cepat.

"Kebayang enggak bagaimana percepatan untuk IKM dan UKM di Jawa Timur kalau mereka (Badan POM) bisa dijangkau lebih dekat, lebih cepat, dan lebih terukur," paparnya.

Dan dengan memiliki izin Produk Industri Rumah Tangga (PIRT), para pelaku usaha rumahan di Madura juga tak perlu lagi khawatir untuk memasarkan produknya secara online.

"Mereka enggak ada kekhawatiran itu kalau mereka sudah teregistrasi PIRT-nya, teregistrasi di Badan POM-nya, mudah-mudahan 99 hari kita sudah pecah telur diwakili BPOM," tandasnya.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP