'Rakyat Indonesia tidak boleh diam diinjak-injak aksi terorisme'
Merdeka.com - Organisasi Masyarakat Patriot Garuda Nusantara (PGN) mengutuk keras bom bunuh diri di Kampung Melayu mengakibatkan tiga anggota polisi gugur saat bertugas dan 11 warga sipil menjadi korban luka-luka.
Ketua PGN DKI Jakarta Timothy Albert mengatakan relawan dari Patriot Garuda Nusantara siap berada di garis depan untuk melawan terorisme. "Dan hari ini saya mau bilang PGN dan semua elemen yang bergabung dengan PGN kami tidak pernah takut, Indonesia tidak boleh diam kalau Indonesia diam hanya akan diinjak-injak. Oleh sebab itu kami akan bergerak," kata Timothy di Pondok Pesantren Abdurrahman Wahid Soko Tunggal, Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (26/5).
Pihaknya berharap Indonesia berideologi Pancasila dapat terus dipupuk ke generasi muda. Sehingga ke depannya mereka tidak mudah terpengaruh berbagai aliran sesat.
Untuk itu dirinya berharap pendidikan tentang Pancasila kembali menjadi pelajaran di sekolah-sekolah. "Iya kalau disampaikan ideologi kita luntur iya. Sekarang saja sekolah budi pekerti tidak ada" jelasnya.
Pihaknya juga meminta Presiden Jokowi tidak perlu takut membasmi teroris. Sebab, rakyat Indonesia siap membela dan mempertahankan NKRI dari serangan teror.
"Oleh sebab itu kalau bicara ideologi tentang di Kampung melayu itu, saya mengimbau kepada Pak Jokowi, jangan pernah takut rakyat di belakanganmu seberapapun yang terjadi kami rakyat siap membela NKRI," terangnya.
(mdk/ang)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya