PWNU Jatim soal Hasil Pemilu 2019: Dewasalah, Jangan Percaya dengan Klaim

Jumat, 19 April 2019 00:27 Reporter : Moch. Andriansyah
PWNU Jatim soal Hasil Pemilu 2019: Dewasalah, Jangan Percaya dengan Klaim Kiai Marzuki dan Gus Ali. ©2019 Merdeka.com/Moch Andriansyah

Merdeka.com - Proses penghitungan suara hasil Pemilu 2019 masih berlangsung. Capres Prabowo Subianto sudah mendeklarasikan kemenangannya berdasarkan hitungan real count internal timnya. Sementara hasil quick count semua lembaga survei, pasangan Jokowi-Ma'ruf ditetapkan sebagai pemenang.

Melihat saling klaim, yang berpotensi pada hal-hal yang tidak diinginkan, Nahdlatul Ulama (NU) sebagai lembaga keagamaan terbesar di Indonesia mengingatkan, agar masyarakat, khususnya di Jawa Timur, cerdas dalam menyaring informasi yang berkembang.

"Jadi kita harus dewasa di dalam bersikap, dewasa bertindak, dewasa dalam berpikir," imbau Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur, KH Agoes Ali Masyhuri alais Gus Ali di kantornya, Jalan Masjid Al Akbar, Surabaya, Kamis (18/4).

Pun begitu dengan klaim kemenangan masing-masing kandidat Pilpres. Dia mengimbau kepada kedua kandidat, baik Jokowi-Ma’ruf maupun Prabowo-Sandi serta para pendukungnya masing-masing untuk menghormati hasil Pemilu.

"Sing menang jangan sampai ngasor ake, sing kalah gak usah minder (yang menang jangan merendahkan yang kalah, dan yang kalah jangan berkecil hati)," imbau Gus Ali.

Di tempat sama, Ketua PWNU Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar juga mengingatkan kepada masyarakat agar jangan terlalu percaya dengan klaim dan menunggu hasil keputusan KPU.

"Kita imbau kepada seluruh masyarakat, mau yang klaim kelompok satu, mau yang klaim kelompok, dua jangan percaya yang klaim-klaiman," imbau Kiai Marzuki.

Sekali lagi, lanjut Kiai Marzuki, percayakan kepada KPU yang nanti mengumumkan hasil Pemilu berdasarkan suara TPS yang ada. "Ada sekitar 800 ribu TPS lebih. Kalau berdasarkan berdasarkan 200 ribu TPS, 300 ribu TPS atau 400 ribu TPS, tetap belum bisa diatasnamakan seluruh rakyat Indonesia secara keseluruhan."

"Apalagi itu dilakukan oleh kelompok A, bisa jadi mereka sudah punya peta kan, TPS ini condong dikuasai kelompok A, maka yang dilakukan, apa semacam exit poll itu dari TPS-TPS yang condong ke kelompok A," paparnya.

Kemudian kalau itu yang ngeklaim kelompok B, masih kata Kiai Marzuki, bisa jadi sekian ratus ribu TPS yang condong ke kelompok B. "Jadi kita tetap nunggu hasil TPS seluruh Indonesia," tegasnya. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. Pilpres 2019
  2. Pemilu 2019
  3. Surabaya
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini