Puting Beliung dan Hujan Es Landa Makassar, Belasan Warga Mengungsi

Sabtu, 1 Oktober 2022 21:30 Reporter : Ihwan Fajar
Puting Beliung dan Hujan Es Landa Makassar, Belasan Warga Mengungsi Ilustrasi hujan es. ©2018 CNN

Merdeka.com - Bencana angin puting beliung terjadi di Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sabtu (1/10). Tak hanya angin puting beliung, fenomena hujan es juga terjadi di kawasan itu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar Hendra Hakamuddin mengatakan bencana angin puting beliung merusak dua rumah warga di Jalan Kotipa, Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya. Akibatnya 12 orang harus mengungsi untuk sementara waktu.

"Atap dua rumah yang dihuni 3 KK rusak," ujarnya melalui keterangan tertulisnya.

2 dari 3 halaman

Transisi Musim Kemarau ke Musim Hujan

Sementara itu, fenomena hujan es terjadi di Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar. Fenomena ini viral di media sosial (medsos).

Kepala Bidang Data dan Informasi BBMKG IV Makassar Hanafi Hamzah menjelaskan hujan es merupakan kejadian lumrah yang kerap terjadi saat peralihan musim kemarau ke hujan. Hanafi menyebut saat ini Sulsel wilayah barat memang sudah masuk transisi dari kemarau ke hujan.

"Daerah-daerah Sulsel yang meliputi wilayah bagian Barat, yakni Pinrang, Parepare, Barru, Pangkep, Maros, Makassar, Gowa,Takalar, dan Jeneponto," tuturnya.

3 dari 3 halaman

Penyebab Hujan Es

Hanafi menjelaskan, penyebab hujan es karena terjadi sirkulasi udara yang kacau dalam sel awan Cumulonimbus (Cb), sehingga presipitasi zat padat belum sempat berubah wujud menjadi cair dan sampai ke tanah.

"Sirkulasi udara yang kacau inilah yang menyebabkan belum berubah wujud menjadi fase cair apabila ada daya dorong dari atas arus kacau ini, dari atas mendorong zat-zat padat belum berubah menjadi cair sudah sampai ke permukaan bumi," urai Hanafi.

Adapun pengertian presipitasi adalah proses jatuhnya segala materi yang dicurahkan dari atmosfer ke permukaan bumi dalam bentuk cair (hujan) maupun padat (salju).

Ia mengatakan, presipitasi memiliki tiga fase, yakni fase gas, fase padat, dan fase cair. Ia mengatakan, terjadi tiga kali perubahan fase sebelum sampai ke bumi, yakni dari fase gas ke fase padat dan fase cair. Fase padat, kata Hanafi, berada di atas 8 ribu kilometer di atas permukaan tanah. [yan]

Baca juga:
Ini 35 Titik Rawan Bencana di Tangerang Selatan
Angin Puting Beliung Terjang Madiun, Akibatkan Rumah Ambruk dan Pohon Tumbang
Ngerinya Hantaman Ombak Akibat Topan Hinnamnor di Korea Selatan
Korea Selatan Bersiap Hadapi Topan Hinnamnor, Penerbangan Sampai Sekolah Dibatalkan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini