Puluhan Pegawai RSUD Cianjur Keracunan Usai Konsumsi Susu Kedaluwarsa

Minggu, 29 September 2019 02:32 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Puluhan Pegawai RSUD Cianjur Keracunan Usai Konsumsi Susu Kedaluwarsa Ilustrasi Keracunan. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Sejumlah karyawan RSUD Cianjur, Jawa Barat keracunan massal setelah mengkonsumsi susu dalam kemasan kedaluarsa. Direktur Utama RSUD Cianjur, Ratu Tri Yulia membenarkan ada beberapa orang perawat yang piket malam mengalami keracunan diduga akibat mengkonsumsi susu kedaluarsa.

"Direksi akan melakukan evaluasi terutama terkait penyediaan konsumsi bagi pegawai yang mendapat piket malam karena untuk penyediaan dilakukan koperasi. Sedangkan rumah sakit hanya menyerahkan dana untuk dikelola koperasi," kata Ratu seperti dikutip Antara, Sabtu (28/9).

Keracunan yang menimpa puluhan orang karyawan tersebut baru diketahui Sabtu siang setelah ada laporan dari pejabat direks. Pihaknya langsung mencari informasi.

"Kami akan mencari tahu prosedur pengadaan barang untuk makanan tambahan bagi pegawai tersebut, termasuk distributor untuk setiap konsumsi yang disediakan," terangnya.

Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan pihaknya telah menghubungi direksi RSUD Cianjur, terkait adanya keracunan masal yang menimpa puluhan karyawan tersebut.

"Saya intruksikan untuk segera ditindaklanjuti karena rumah sakit merupakan contoh, tapi ini yang terjadi menimpa karyawan, saya minta untuk evaluasi total," ujar Herman.

Informasi dihimpun, puluhan karyawan RSUD Cianjur mengalami keracunan, satu orang di antaranya terpaksa menjalani rawat inap karena sempat mengalami muntah-muntah dan dehidrasi akut.

Keracunan tersebut berawal ketika karyawan yang pikat malam mendapat jatah makanan tambahan berupa susu dalam kemasan merek Indomilk.

Selang beberapa saat setelah mengkonsumsi susu tersebut sebagian besar mengeluh pusing dan mual-mual. "Kami tidak tahu persis berapa orang yang mengalami keracunan, namun setiap piket malam 80 orang karyawan mendapat makanan tambahan termasuk susu. Namun satu orang yang cukup parah terpaksa dirawat," kata karayawan yang minta namanya dirahasiakan.

Ia menjelaskan, setelah dicek setiap makanan yang ada dalam paket konsumsi terdapat susu Indomilk kadaluarsa pada Agustus 2019. Sehingga diduga susu kedaluarsa menjadi penyebab keracunan. [ray]

Topik berita Terkait:
  1. Keracunan
  2. Cianjur
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini