Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

PT SI serahkan perbaikan dokumen pabrik semen di Rembang ke Pemprov

PT SI serahkan perbaikan dokumen pabrik semen di Rembang ke Pemprov Diskusi Interaktif di Hotel Pandanaran. ©2017 Merdeka.com/parwito

Merdeka.com - Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (PT SI) Agung Wiharto menyatakan bahwa dokumen amdal pabrik semen di Rembang hasil revisi dan ditetapkan sidang Komisi Penilai Amdal Pemprov Jateng, telah dikembalikan tanggal 5 Februari lalu ke Pemprov Jateng untuk dinilai kembali.

"Expert dari sana kami dinyatakan layak, kami memperbaiki beberapa dokumen yang sudah kami serahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jateng tanggal 5," kata Agung Wiharto usai Diskusi Interaktif di Hotel Pandanaran Jalan Pandaran, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (9/2).

Untuk itu, Agung Wiharto menyatakan dirinya akan menunggu perkembangan apa hasil dari penilian yang telah diserahkan ke Pemprov Jateng.

"Kami menunggu perkembangan berikutnya karena mestinya secara persyaratan harus kita penuhi dan semua sudah saya sampaikan. Jadi sekarang kami menunggu posisinya. Tanggal 5 sudah kami sampaikan. Nanti tinggal teman-teman yang mengawal semuanya," ungkapnya.

Agung menjelaskan, sesuai dengan 10 rekomendasi sidang Komisi Amdal beberapa jenis dalam hal perbaikan dokumen telah dilakukan PT SI. Mulai dari CSR, ketersediaan air, equifer dan lain-lainnya.

"Macam-macam, ada yang di tata cara penambangan. Kemudian termasuk sosialisasi kemarin datang semua. Siapa saja kan kemarin datang semua. Termasuk hal-hal yang kita lakukan di masyarakat, termasuk air," ucapnya.

Terkait aksi walkout yang dilakukan dari warga penolak yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK), Agung menyatakan tidak mempengaruhi proses perbaikan amdal tersebut.

"Oh enggak masalah. Kalau menurut kami itu hak semua orang. Yang penting secara legal itu enggak mempengaruhi persyaratan. Kita menghormati semuanya kok," terangnya.

Agung berharap karena segala rekomendasi upaya perbaikan amdal sudah dipenuhi oleh pihaknya, maka dirinya berharap izin beroperasinya pabrik semen Rembang segera dikeluarkan oleh Pemprov Jateng.

"Seingat saya demikian. Kalau tidak enggak mungkin kita kirim. Kalau belum dikembalikan. Kalau memungkinkan semua sudah kami penuhi ya segera diterbitkan. Agar kita beroperasi kembali," harapnya.

Agung mengaku jika ada dua hal yang terjadi selama proses penghentian beroperasinya pabrik semen Rembang. Baik dari sisi kesempatan maupun yang kedua dari sisi pemeliharaan pabrik.

"Beberapa hal yang pasti dengan penundaan ini pasti secara material itu kami kehilangan oportuniti (kesempatan). Pertama, selain kehilangan kesempatan karena dengan berhentinya pabrik perawatan harus jalan terus karena beberapa hal kami lakukan itu costly (pembiayaan), itu biaya. Itu pasti dalam kondisi tidak baik buat kondisi keuangan kami. Yang kedua, kesempatan untuk meraih pasar dan bersaing dan juga kalau pabrik ini bekerja, kemudian berjalan, revenue masuk itu nanti kan ke masyarakat juga. Dengan berhenti kita repot," ujarnya.

Agung menyatakan jika pihak pabrik diberikan kesempatan untuk beroperasi, pihaknya siap untuk dikawal pabrik akan berjalan sesuai aturan.

"Langsung, kita akan selesaikan hal yang kurang. Kalau itu terus kita lakukan. Kita terbuka terus. Kami hanya minta kami diberi kesempatan. Di satu sisi kita dikawal. Itu aja komitmen kita supaya ini bermanfaat untuk semuanya," terangnya.

Agung menambahkan, jika saat ini proses comissioning atau uji coba sudah berlangsung dan kondisi pabrik semen Rembang 99 persen siap beroperasi.

"Pabrik itu sudah selesai commisioning sudah, kita tinggal beroperasi komersial. Kita tinggal selesaikan beberapa hal, kan kemarin 99 persen waktu dihentikan. Yang kecil-kecil itu gorong-gorong, penataan air, macam-macam. Sudah siap pabrik itu untuk beroperasi," pungkasnya. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP