Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Psikolog: Korban sodomi harus tidur terpisah

Psikolog: Korban sodomi harus tidur terpisah Korban sodomi Emon. ©2014 Merdeka.com/Jatmiko

Merdeka.com - Ratih Badriati, psikolog RS Hermina Sukabumi hari ini turut memeriksa keadaan psikologis korban dan pelaku sodomi di Sukabumi. Dia menyarankan supaya korban sodomi tidur terpisah.

"Korban dengan saudara kandungnya harus tidur terpisah, karena otaknya akan merecall kembali memori saat dia disodomi oleh pelaku," ujar Ratih

Usai pemeriksaan, Ratih mengatakan akan melakukan terapi pada orangtua dan korban. Terapi ini diyakini akan berhasil dengan kemungkinan 90 persen.

"Akan melakukan terapi pada korban dan yakin 90 persen berhasil," lanjutnya.

Tujuan dari adanya terapi ini adalah untuk mencegah munculnya kasus Emon lainnya dari korban, karena menurut Ratih korban sodomi biasanya akan menjadi pelaku juga suatu saat.

Terapi yang dilakukan adalah mengelompokkan para korban dalam sebuah permainan, yang nantinya akan membuat korban melupakan apa yang pernah terjadi pada dirinya.

"Kami akan mengelompokkan anak-anak dalam permainan sehingga mereka bisa melupakan trauma yang mereka alami," terang Ratih. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP