Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Prediksi Dino Patti Djalal soal masa depan Palestina

Prediksi Dino Patti Djalal soal masa depan Palestina Dino Patti Djalal. ©2014 merdeka.com/debby restu utomo

Merdeka.com - Telah puluhan tahun lamanya Palestina dijajah Israel. Konflik Palestina-Israel ini belakangan makin memanas karena dipicu keinginan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memindahkan Kedutaan Besar AS untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem yang merupakan bagian negara Palestina. Rencana Trump ini menuai protes dari berbagai belahan dunia.

Pengamat politik luar negeri sekaligus mantan Wakil Menlu, Dino Patti Djalal memprediksi masa depan Palestina akan memburuk sebelum membaik. "Situasi di lapangan akan memburuk sebelum membaik. Makanya faktor ekonomi jangan luput dari perhatian," jelasnya usai diskusi publik The Future of Palestine; The Road to Unity, Independence and Peace, Jumat (15/12).

Saat ini bantuan keuangan negara-negara Eropa, Amerika dan Arab terhadap anggaran pemerintah Palestina semakin menyusut. Jika perekonomian menyusut, rakyat Palestina akan semakin sengsara dan politik akan semakin kisruh. Apalagi masih ada faksi-faksi yang belum bisa bersatu di Palestina.

"Jadi menurut saya, perhatikan masalah ekonomi. Masalah politik masih belum jelas dan pejuang diplomatik masih sangat berat. Masalah ekonomi jangan dilupakan," ujarnya.

Dino menjelaskan, pertentangan 13 faksi yang masih terus berlangsung di Palestina sejak satu dasawarsa terakhir akan membuat Israel tersenyum. Karena itulah dia berharap seluruh faksi segera bersatu dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

"Karena kalau terus berseteru ini akan terus dieksploitasi oleh Israel. Israel akan senyum-senyum aja tuh membuat perseteruan ini lebih parah. Presiden Mahmoud Abbas saja sampai sekarang masih belum bisa masuk ke Gaza sejak 2007. Jadi mudah-mudahan ini bisa terobati agar Palestina bisa merdeka," papar Dino.

Bulan lalu telah ada pertemuan upaya rekonsiliasi antar faksi yang ditengahi Mesir dan perwakilan faksi setuju untuk rujuk. Namun, kata Dino, rujuk politik ini masih labil.

"Paling penting dicapai unity government yaitu pemerintah persatuan antara Hamas, Fatah dan 11 kelompok politik lainnya dan sekarang ini masih belum tercapai walaupun sudah mulai dirintis. Dan kita berdoa mudah-mudahan Palestina dapat bersatu, dapat rujuk dan mengadakan rekonsiliasi karena ini adalah modal bagi Palestina untuk menjadi negara yang merdeka," jelasnya.

Dubes Palestina dan Dubes Yordania untuk Indonesia disampaikan Dino sangat menghargai sikap Indonesia yang proaktif dan tetap konsisten pada komitmen mendukung perjuangan bangsa Palestina.

"Kehadiran Presiden Jokowi di KTT istimewa OKI di Istanbul sangat diapresiasi dan kita bersyukur KTT di Turki itu bisa menghasilkan suatu keputusan OKI yang kompak," kata Dino.

Kendati ada guncangan dengan rencana yang dilontarkan Trump tak berpengaruh pada soliditas negara OKI. "Posisi negara-negara OKI tetap solid dan satu dan tetap memajukan solusi kedua negara untuk arah terbaik kepentingan bangsa Palestina," pungkasnya. (mdk/fik)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP