Prabowo Dinilai Tepat Isi Posisi Menhan, Nadiem Makarim Masih Diragukan

Sabtu, 23 November 2019 12:56 Reporter : Yunita Amalia
Prabowo Dinilai Tepat Isi Posisi Menhan, Nadiem Makarim Masih Diragukan Prabowo Subianto . ©2014 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menduduki peringkat tertinggi sebagai tokoh populer di pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin berdasarkan hasil survei Indonesian Political Opinion (IPO). Publik menganggap Sri Mulyani dan Prabowo tepat di posisi mereka saat ini.

Direktur IPO Dedi Kurnia Syah Putra mengatakan persentase kepopuleran Sri Mulyani sebesar 32 persen, disusul Prabowo sebesar 22 persen.

"Kepercayaan publik tokoh yang ditempatkan Jokowi percaya, Prabowo paling sesuai dengan Kementerian Pertahanan, sebelumnya Sri Mulyani yang populer di mata publik dengan Menteri Keuangan," ujar Dedi dalam satu diskusi, Jakarta, Sabtu (23/11).

Jika Sri Mulyani dan Prabowo Subianto dipercaya publik tepat berada di posisinya. Dedi mengatakan ada pula tokoh dari pemerintahan Jokowi yang tidak tepat di posisi mereka. Misalnya, Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

1 dari 1 halaman

Nadiem Masih Diragukan Jabat Mendikbud

Dari hasil survei IPO, Nadiem populer di mata publik namun saat dipilih menjadi Mendikbud, publik ragu kapasitas pioner Go-Jek itu.

"Nadiem Makarim dianggap publik baik tapi disandingkan dengan kementerian mereka meragukan. Seharusnya tidak di sana," katanya.

Selain Nadiem, Tito Karnavian diragukan publik menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri. Dalam hasil survei, latar belakang Tito sebagai polisi masih sangat kental. Itu pula, kata Dedi, sebagai salah satu alasan kapasitas Tito mengayomi seluruh Kepala Daerah diragukan.

Hasil survei IPO terhadap kepercayaan publik terhadap Tito sebagai Mendagri hanya 0,1 persen.

"Publik tidak percaya Pak Tito sebagai Menteri Dalam Negeri. Dia dianggap paling tidak sesuai," kata Dedi.

Terakhir, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo diragukan kapasitasnya oleh publik. Publik juga disebut Dedi tidak populer dengan nama politikus Gerindra tersebut.

"Pak Edhy hanya 0,7 persen," tukasnya.

Hasil survei IPO dilakukan sejak November dengan cakupan di 27 provinsi. 64 Persen menjawab optimis keterlibatan anak muda di pemerintahan membawa Indonesia maju, 23 persen menjawab sebaliknya, dan 9 persen menjawab ragu-ragu. Dengan jumlah responden 800 orang dan margin of error sekitar 4,5 persen. [rhm]

Baca juga:
Wajah-wajah Staf Khusus Milenial yang Dikenalkan Jokowi
Sekjen PPP Nilai Tak Ada Larangan Menteri Rangkap Jabatan Pengurus Parpol
PDIP Lihat Sisi Positif Menteri Rangkap Jabatan Ketum Parpol
Golkar Sebut Ketum Parpol Jabatan Sosial, Tak Masalah Rangkap Jadi Menteri
UU Kementerian Negara: Menteri Dilarang Rangkap Jabatan Ketum Parpol!
Tiga Kata Menhub Budi Karya untuk Perintah Jokowi Majukan Indonesia

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini