Prabowo: China Harus Izin Kalau Mau Eksploitasi Ikan dan Mineral di Natuna

Kamis, 9 Januari 2020 18:55 Reporter : Merdeka
Prabowo: China Harus Izin Kalau Mau Eksploitasi Ikan dan Mineral di Natuna Presiden Menerima Menteri Pertahanan di Istana Yogyakarta. ©2020 Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Merdeka.com - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meminta semua pihak untuk tidak membuat panas suasana terkait masalah kapal coast guard China yang masuk ke perairan laut Natuna. Prabowo menegaskan kedaulatan Indonesia adalah harga mati.

"Ya kan jelas beliau sudah katakan kedaulatan harga mati. Tapi kita, jangan kita panas-panasin ya," ujar Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (9/1).

Ketua Umum Partai Gerindra itu menjelaskan, Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia dengan wilayah teritorial berbeda. Kapal asing diperbolehkan melintas di wilayah ZEE Indonesia.

Namun, kapal asing tidak boleh melakukan eksploitasi ikan atau mineral di wilayah ZEE tanpa seizin pemerintah Indonesia. Mereka harus bekerja sama atau bernegosiasi terlebih dahulu apabila ingin melakukannya.

"Tapi kalau eksploitasi ikan atau mineral itu harus kerja sama, harus izin kita. Nah ini kan bisa diselesaikan kita bisa negosiasi dan sebagainya," jelas Prabowo.

1 dari 1 halaman

Baru-baru ini, kapal China masuk ke ZEE Indonesia. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan menolak klaim China atau Tiongkok terhadap wilayah Natuna.

Dia menegaskan bahwa kapal-kapal China telah melakukan pelanggaran-pelanggaran di wilayah ZEE Indonesia. Retno mengatakan pemerintah juga menyepakati adanya peningkatan patroli di wilayah Natuna.

Presiden Jokowi memastikan bahwa wilayah Natuna masuk dalam teritorial NKRI. Di pun meminta tidak perlu lagi ada pihak yang meragukan klaim tersebut.

"Hari ini saya ingin memastikan dan memberitahukan bahwa Kepulauan Natuna adalah teritorial kita yang masuk dalam NKRI," kata Jokowi ketika bertemu dengan nelayan Natuna di Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu Natuna, Kepri, Rabu (9/1).

Reporter: Lizsa Egeham

Sumber: Liputan6.com [rnd]

Baca juga:
BKPM Pastikan Ketegangan di Laut Natuna Tak Ganggu Investasi China di Indonesia
Airlangga Soal Hubungan Indonesia-China: Sudah Tidak Panas
Cara Susi 'Tenggelamkan Kapal' Perlu Dipertahankan Atasi Sengketa Natuna
Menperin soal Sengketa Natuna: Industri China di Indonesia Tak Terpengaruh
Mahfud Sebut Kapal China Sudah Keluar Perairan Natuna: Kita Ndak Usah Ribut Lagi
Perizinan Ketat Jadi Alasan Nelayan Indonesia Tak Melaut ke Natuna

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini