Polri pastikan proses pidana siapapun penyebar berita hoaks

Selasa, 6 Maret 2018 20:49 Reporter : Nur Habibie
Polri pastikan proses pidana siapapun penyebar berita hoaks Ilustrasi berita hoax. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan, saat ini tim Patroli Siber masih terus bekerja untuk menangkap para pelaku penyebaran dan pembuat berita hoaks. Saat ini sudah ada tujuh orang penting yang ditangkap dalam pembuatan dan penyebaran berita bohong atau hoaks.

Dia mengingatkan, siapa pun itu jangan memutarbalikkan fakta yang sebenarnya untuk kepentingan pribadi. Terlebih lagi sampai mempengaruhi pikiran masyarakat melalui berita-berita bohong atau hoaks.

"Tim terus bekerja, jangan coba-coba lah untuk memutarbalikan fakta untuk kepentingan pribadi golongan, mempengaruhi pikiran masyarakat sehingga nanti ujungnya memecahbelah bangsa untuk Harkamtibmas," kata Iqbal di Kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (6/3).

Lebih lanjut, mantan Kapolrestabes Surabaya ini pun menegaskan, kalau pihaknya tak main-main dalam melakukan penegakan hukum. Jika memang perbuatan tersebut memenuhi unsur pidana, maka pihaknya akan menangkap dan menahan orang tersebut.

"Polri tidak melihat itu kelompok-kelompok mana. Yang jelas ada perbuatan melawan hukum, ada bukti pidana di situ," tegasnya.

Dan untuk para tersangka yang saat ini sudah ditangkap, mereka semua itu tergabung dalam group Whatsapp The Family Muslim Cyber Army (MCA). Dan orang-orang tersebut sudah melakukan proses pemeriksaan yang sudah sesuai dengan prosedur yang ada.

"Kebetulan pada waktu itu beberapa tersangka ada di dalam grup Whatsapp The Family of MCA itu, kita juga tidak juga mengklaim bahwa MCA secara keseluruhan. Beberapa orang yang terbukti, kan kita sudah melakukan tahapan pemeriksaan sesuai SOP," tandasnya.

Seperti diketahui, Dittipid Siber Bareskrim Polri menangkap tujuh orang pelaku ujaran kebencian dan membuat berita bohong yakni Rizki Surya Dharma (35), Ramdani Saputra (39), Yuspiadin (24), Ronny sutrisno (40) dan Tara Arsih Wijayani (40), Bobby Gustiono. Tujuh orang tersebut tergabung dalam Muslim Cyber Army (MCA).

MCA sendiri ternyata mempunyai empat kelompok jaringan yang mempunyai kerja masing-masing kelompok tersebut. Pertama, kelompok The Family MCA yang mempunyai sembilan orang admin dalam group tersebut bertugas untuk merencanakan dan mempengaruhi member lain.

Yang kedua yaitu kelompok Cyber Moeslim Defeat Army yang memiliki 145 member, dalam kelompok tersebut bertugas untuk melakukan setting isu hoax yang akan diviralkan. Selanjutnya yaitu Kelompok Snipper yang mempunyai 177 member dalam kelompok itu bertugas untuk menyerang seseorang atau kelompok yang diduga lawan MCA. Dan yang terakhir yaitu MCA United yang merupakan grup terbuka bagi siapa yang memiliki visi-misi MCA. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini