Polri Identifikasi Ada 150 Anggota KKB Papua Terbagi 7 hingga 9 Kelompok
Merdeka.com - Polri menyebut sebanyak 150 orang lebih yang tergabung dalam Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) telah dipetakan. Mereka yang dipetakan tersebut tergabung dalam 7 hingga 9 kelompok.
"Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua tentunya TNI dan Polri sudah memetakan kelompok-kelompok tersebut, mereka dibagi 7 sampai 9 kelompok yang terpencar di berbagai daerah. Dipetakan oleh aparat keamanan baik TNI maupun Polri bahwa mereka sudah dapat diidentifikasi kelompok-kelompoknya," kata Kabag Penum Div Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Kamis (20/5).
"Termasuk pimpinan-pimpinannya dan jumlah mereka yang diperkirakan yang saya sampaikan 150 lebih mereka sudah kami petakan juga termasuk kekuatan, katakanlah kekuatan persenjataan yang mereka miliki," sambungnya.
Ramadhan menjelaskan, mereka yang tergabung dalam kelompok-kelompok tersebut ada yang sebagai simpatisan hingga kelompok militan.
"Saya menyampaikan kelompok mereka itu ada 7-9 kelompok dan mereka tentunya ada yang simpatis terhadap kelompok tersebut. Namun yang kami petakan teridentifikasi kurang lebih 150 orang tadi," jelasnya.
Meski sudah memetakan lokasi mereka, Ramadhan mengaku adanya tantangan dalam melakukan penangkapan terhadap mereka yang tergabung dalam KKB.
"Namun sekali lagi adalah tantangan dan kendala adalah medan dari pada lokasi mereka bersembunyi adalaah medan yang luas. Termasuk hutan yang lebat dan berbukit-bukit, ini merupakan tantangan bagi aparat TNI," ungkapnya.
"Tapi posisi dari mereka TNI-Polri sudah bisa mulai memetakan dan terus melakukan pengejaran Kelompok Kriminal Bersenjata tersebut. Jadi mereka bukan terbagi kelompok militan dan simpatisan," tutupnya.
Sebelumnya, Pemerintah menetapkan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua sebagai organisasi teroris. Polisi memetakan ada enam kelompok kriminal bersenjata di Papua. Sementara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memetakan ada tujuh kelompok di kawasan Papua yang kerap melakukan aksi teror.
Kepala BNPT Boy Rafli Amar mengaku telah memetakan tujuh kelompok tersebut. "(Ada tujuh kelompok KKB) Ya," kata Boy Rafli kepada merdeka.com, Selasa (4/5).
Tujuh kelompok itu tidak berdiam di suatu tempat saja. Mereka terus bergerak dan mendirikan markas berpindah-pindah.
"Mereka bergerak/mobile, walaupun juga punya basis tempat markas mereka," ungkapnya.
Berikut tujuh kelompok KKB yang kerap melakukan aksi penembakan versi BNPT:
1. Kelompok YambiDipimpin Lekagak Telenggen. Berada di wilayah Kabupaten Puncak Ilaga.
2. Kelompok TingginambutDipimpin oleh Goliat Tabuni. Berada di wilayah Kabupaten Puncak Jaya.
3. Kelompok GomeDipimpin oleh Militer Murib dan Peni Murib. Berada di wilayah Kabupaten Puncak Jaya.
4. Kelompok Lani JayaDipimpin oleh Purom Okiman Wonda. Berada di wilayah Kabupaten Lani Jaya.
5. Kelompok NdugamaDipimpin oleh Egianus Kogoya. Berada di wilayah Kabupaten Nduga.
6. Kelompok TembagapuraDipimpin oleh Ayub Waker dan Sabinus Waker. Berada di wilayah Kabaputen Mimika dan Kelompok Intan Jaya, wilayah Kabupaten Intan Jaya.
7. Kelompok Kali KopiDipimpin Joni Botak. Berada di Kabupaten Mimika.
Boy melanjutkan, pendekatan humanis tetap dilakukan untuk meminimalisir menguatnya kekuatan KKB. "BNPT akan fokus upaya pencegahan dengan penguatan kerja sama dengan tokoh agama dan tokoh adat, tokoh masyarakat," tegas Boy.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya