Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polri diminta tindaklanjuti pengakuan La Nyalla soal mahar politik ratusan miliar

Polri diminta tindaklanjuti pengakuan La Nyalla soal mahar politik ratusan miliar Gedung Mabes Polri. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Koordinator Perludem, Titi Anggraeni, menyarankan Polri untuk menindaklanjuti kesaksian La Nyalla Mattalitti soal permintaan uang ratusan miliar dari Partai Gerindra. Dengan begitu, dapat membuktikan komitmen Polri memberantas politik uang. Apalagi Polri bersama KPK telah membentuk satuan tugas (satgas) anti politik uang.

"Saya kira momentum La Nyalla ini harus digunakan Kapolri untuk membuktikan komitmennya memberantas politik uang termasuk di dalamnya mahar politik," kata Titi dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (13/1).

Titi menilai permintaan uang dari partai politik kepada seseorang agar mendapatkan dukungan sebagai kepala daerah tidak bisa dianggap hal wajar dan biasa.

"Jadi permintaan kepada calon, untuk meminta sekian uang dengan alasan pembiayaan saksi, menggerakkan mesin partai, pengadaan alat dan bahan kampanye, operasional tim kampanye, dan lain-lain tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang biasa dan wajar-wajar saja," tegasnya.

Sebab, jika calon kepala daerah diminta uang agar mendapatkan dukungan, maka mereka akan berupaya mengembalikan modal politik yang dikeluarkan ketika terpilih.

"Karena kenapa, praktik korupsi politik justru bermuara dari hal yang seperti ini, sebab ketika terpilih dan berkuasa makan dia akan melakukan upaya untuk membalikkan modal besar yang sudah ia keluarkan di pilkada," ujarnya.

Lebih lanjut, Titi menyebut, berbagai bentuk penyalahgunaan kekuasan akan dilakukan kepala daerah terpilih demi mengembalikan uang yang dikeluarkan dalam pemenangannya di Pilkada. Semisal manipulasi perizinan, jual beli jabatan birokrasi hingga memalak proyek infrastruktur.

"Ketika dia berkuasa gaji sebagai kepala daerah berapa sebagai wakil kepala daerah berapa, maka perselingkuhan dengan oknum pun dimulai," tegas Titi.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP