Polisi tetapkan satu tersangka penyerang cabup Joncik saat ricuh kampanye damai
Merdeka.com - Polisi menetapkan satu tersangka penyerangan calon Bupati (cabup) Empat Lawang nomor 2, Joncik Muhammad. Insiden itu terjadi saat deklarasi kampanye damai Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Empat Lawang, Sumatera Selatan, Minggu (18/2) sore.
Tersangka berinisial T (35), warga Desa Terusan Baru, Kecamatan Tebing Tinggi, Empat Lawang. Dia ditangkap usai penyidik berkoordinasi dengan tim sukses paslon nomor urut 2 dan diketahui tersangka sedang berada di posko pemenangan.
"Ya, pelaku penyerangan sudah kita tangkap, inisial T, statusnya sudah tersangka," kata Kapolres Empat Lawang AKBP Agus Setyawan, Selasa (20/2).
Tersangka kini sedang menjalani pemeriksaan di Mapolres Empat Lawang. Dia terancam dikenakan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman pidana penjara lima tahun.
"Kita tangkap karena Pak Joncik selaku korban melapor. Ini kasus pidana, kita sita pecahan kaca sebagai barang bukti," ujarnya.
Agar kasus tersebut tak lagi terulang, polisi meminta masing-masing calon dan pendukungnya tidak terpancing terhadap provokasi yang dilakukan pihak-pihak tertentu. Apalagi, Empat Lawang menjadi salah satu daerah rawan konflik pilkada sesuai petunjuk Mabes Polri.
"Kejadian kemarin dijadikan pelajaran semua pihak. Ayo berdemokrasi secara santun dan damai, jaga emosi dan tidak terprovokasi. Sekarang sudah kondusif kembali" imbaunya.
Diberitakan sebelumnya, deklarasi kampanye damai Pilbup Empat Lawang, Sumatera Selatan, berujung ricuh. Cabup nomor urut 2, Joncik Muhammad mengalami luka di kepala akibat terkena lemparan gelas.
Peristiwa itu bermula saat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Empat Lawang memberikan kesempatan kepada paslon nomor urut 1 David Hadrianto Aljufri-H Eduar Kohar (HDA-HEK) orasi tetapi justru mengeluarkan statement berbau propaganda, Minggu (18/2) sore. Orasi yang disampaikan membuat pendukung paslon nomor urut 2, Joncik Muhammad-Yulius Maulana (Jm-Yus), emosi.
Situasi memanas begitu paslon nomor urut 2 menyampaikan orasi yang disambut teriakan dari pihak lawan. Massa pendukung paslon nomor 2 bahkan meminta paslon nomor urut 1 turun panggung.
Alhasil, massa pendukung kedua paslon bentrok. Mereka saling lempar kursi dan barang apa saja yang berada di lokasi. Aparat kepolisian dan TNI berupaya mengamankan situasi namun gagal lantaran massa semakin beringas.
Tak sampai di situ saja, mobil rombongan paslon nomor urut 2 diserang massa saat meninggalkan TKP. Akibatnya, kaca mobil bagian belakang pecah
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya