Polisi Temukan Izin Proyek RS Siloam di Surabaya Bermasalah

Selasa, 22 Januari 2019 19:12 Reporter : Erwin Yohanes
Polisi Temukan Izin Proyek RS Siloam di Surabaya Bermasalah Jalan Gubeng Surabaya ambles. ©Facebook/pesonasuroboyo

Merdeka.com - Tiga orang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus amblesnya Jalan Raya Gubeng, Surabaya, 18 Desember 2018 lalu. Dalam kasus tersebut, polisi menemukan berbagai bentuk kejanggalan atas proyek pembangunan RS Siloam, hingga menyebabkan amblesnya Jalan Raya Gubeng, Surabaya.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, dari hasil gelar perkara yang sudah dilakukan beberapa kali, penyidik menemukan adanya persoalan perizinan.

Dari catatannya, mulai tahun 2012 proses perencanaan pembangunan sudah dimulai. Pada tahun 2013, pembangunan proyek sudah mulai tahap pengerjaan.

Selanjutnya, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) keluar di tahun 2015 dengan izin untuk 2 lantai ke bawah dan 20 lantai ke atas.

"Pada tahun 2017, keluar IMB lagi untuk 3 lantai ke bawah dan 26 lantai ke atas. Jadi ada dua kali IMB. Namun dalam proses speknya juga berbeda-beda semuanya," tegasnya, Selasa (22/1).

Terkait dengan hal itu pihaknya sudah melakuian pemeriksaan terhadap 16 perusahaan yang terlibat pengerjaan proyek di Gubeng ini. Dari 16 perusahaan tersebut, ada 40 saksi yang keterangannya sudah dalami.

"Insya Allah nanti besok kami akan rilis secara lengkap dengan barang bukti, dengan video detik-detik daripada ambrolnya jalan. Kita sudah punya semuanya," tambahnya.

Dalam kasus ini lolisi sudah menetapkan tiga orang menjadi tersangka. Ketiga tersangka tersebut, berasal dari dua perusahaan berbeda yang mengerjakan proyek basement RS Siloam.

Dua orang tersangka dari PT Saputra dan satu orang dari PT Nusa Konstruksi Enjiniring (NKE). Mereka diketahui berperan sebagai pelaksana proyek dalam kasus tersebut.

"Dari hasil perkara yang kita lakukan beberapa kali dan terakhir siang tadi, kami sudah menentukan tersangka. Inisialnya, RH, R, dan AL. Untuk perannya, lebih lengkap akan kita sampaikan besok," ujarnya. [cob]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini