Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi: Situasi Poso Membaik Usai Penculikan Petani oleh Kelompok Ali Kalora

Polisi: Situasi Poso Membaik Usai Penculikan Petani oleh Kelompok Ali Kalora Ilustrasi Polisi. ©2015 merdeka.com/imam mubarok

Merdeka.com - Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra menyampaikan, situasi di Poso, Sulawesi Tengah berangsur-angsur membaik usai peristiwa penculikan seorang petani Desa Kilo, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, yang ditemukan tewas di pegunungan pada Minggu sore 19 April 2020.

Diduga, pelaku berasal dari kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora yang selama ini masuk DPO alias buron.

"Situasi di Poso terkait penculikan petani dan warga pasca peristiwa itu di Poso, kondisi dapat dikendalikan dengan baik dan masyarakat beraktivitas normal," tutur Asep di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (28/4/2020).

Tidak lama dari temuan kasus tersebut, baku tembak terjadi antara Satgas Tinombala dengan kelompok teroris MIT pimpinan Ali Kalora. Petugas pun berupaya menjaga situasi tetap aman.

"Satgas Tinombala masih bekerja sama dengan semua stakeholder di Sulawesi Tengah untuk menjaga kondusifitas situasi di Poso," jelas Asep.

Sebelumnya, kekerasan kembali terjadi di Kabupaten Poso. Seorang petani di Desa Kilo, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah ditemukan tewas di pegunungan wilayah itu, pada Minggu sore 19 April 2020. Polisi menduga, pelaku berasal dari Kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Pimpinan Ali Kalora, yang selama ini masuk DPO.

Warga yang ditemukan tidak bernyawa itu berinisial A-J yang sebelumnya dilaporkan diculik oleh orang tak dikenal saat berada di kebunnya Wilayah Gunung Desa Kawende, Kabupaten Poso sekitar pukul 15.00 Wita. Korban ditemukan satu jam kemudian setelah pihak keluarga dan warga setempat melakukan pencarian di sekitar lokasi.

Menurut Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol. Didik Supranoto, pihaknya menduga kuat pelaku penculikan dan pembunuhan itu adalah kelompok MIT yang selama ini masuk DPO aparat keamanan. Hal itu berdasarkan keterangan warga yang melihat kejadian tersebut. Para pelaku juga disebut sempat menembaki warga di sekitar lokasi penculikan.

"Menurut saksi, para pelaku juga menembaki warga yang ada di kebun, tapi warga berhasil menyelamatkan diri," kata Kombes Pol Didik Supranoto, Senin 20 April 2020.

Berdasarkan visum dan identifikasi korban, menurut Didik, korban tewas karena senjata tajam para pelaku. Bukan akibat tembakan.

Olah tempat kejadian perkara pun dilakukan oleh tim Polda Sulteng dan Polres Poso pada Senin 20 April 2020.

Sementara itu, Kapolda Sulteng Irjen Pol Syafril Nursal, mengaku telah memerintahkan Satgas Tinombala dan Polres Poso untuk memaksimalkan pengejaran para pelaku yang telah meresahkan masyarakat. Selain itu, masyarakat Poso juga diimbau untuk membantu kerja aparat keamanan di sana demi terciptanya keamanan di Kabupaten Poso.

"Kami juga meminta masyarakat untuk bersatu dan bersama melawan terorisme di Poso. Silakan beri informasi sebanyak-banyaknya kepada aparat agar para pelaku segera tertangkap," Kapolda Sulteng Irjen Pol Syafril Nursal mengimbau.

Berselang hampir seminggu, aparat Satgas Tinombala di Kabupaten Poso menembak mati satu terduga anggota MIT saat berada di Desa Kilo, Kecamatan Poso Pesisir Utara pada Sabtu 25 April 2020. Jenazah terduga yang masuk DPO itu pada Minggu petang dievakuasi ke RS Bhayangkara Palu untuk diautopsi.

Informasi yang berhasil dihimpun Liputan6.com, sebelum tewas ditembak aparat Satgas Tinombala, kelompok MIT terpantau aparat berada di pegunungan Padopi Desa Kilo, Kecamatan Poso Pesisir Utara pada Sabtu 25 April 2020 sekitar pukul 15.40 Wita.

Aparat bersenjata yang telah mengejar para buron itu lalu terlibat baku tembak saat para pelaku hendak menuju ke kebun seorang warga.

Beberapa saat terlibat baku tembak, para terduga kelompok MIT itu melarikan diri ke hutan. Sementara satu orang yang diduga kuat salah satu anggota MIT ditemukan aparat tewas di lokasi kejadian saat dilakukan penyisiran pascabaku tembak.

Setelah melalui proses panjang, satu jenazah terduga kelompok MIT itu pada Minggu 26 April 2020 sekitar pukul 18.00 Wita dibawa aparat ke RS Bhayangkara Palu untuk diautopsi dan identifikasi.

"Pukul 18.00 Wita jenazah diduga salah satu DPO MIT Poso tiba di RS Bhayangkara Palu," kata Kompol Sugeng Lestari dalam pesan singkatnya ke sejumlah jurnalis.

Pihak Polda Sulteng belum memberikan penjelasan detail perihal baku tembak yang terjadi pada sabtu sore itu, juga identitas satu terduga anggota MIT yang tewas tersebut. Kapolda Sulteng direncanakan akan memberikan penjelasannya usai tiba di Palu dari Poso.

Reporter: nanda perdana putraSumber: Liputan6.com

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP