Polisi Selidiki Mahalnya Pengobatan Korban Tsunami Banten di RSKM
Merdeka.com - Satreskrim Polres Cilegon mendalami keluhan korban tsunami Banten yang protes mahalnya biaya pengobatan di salah satu Rumah sakit Di Kota Cilegon. Korban Tsunami Selat Sunda yakni Nafis Umaam (8) yang sebelumnya di beritakan mengeluhkan adanya biaya perawatan rumah sakit di Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Cilegon karena tidak tercover oleh pemerintah.
Keluarga Umaam harus membayar sekitar Rp 17 juta ke pihak rumah sakit untuk perawatan luka luka akibat terjangan tsunami. Berdasarkan informasi unit Tipikor Satreskrim Polres Cilegon yang dipimpin oleh Iptu Khoirul Anam, menyambangi rumah korban. Dan menemui orangtua korban tsunami yakni Sulastri (36).
"Setelah mendapatkan informasi dan atas dasar pimpinan, Kami (Polres) langsung mencari alamat identitas korban dan membawa orang tua korban ke Polres untuk membuat laporan." ujar Kanit Tipikor Satreskrim Polres Cilegon, Iptu Khoirul Anam.
Anam mengungkapkan untuk pengembangan lebih lanjut saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap orang tua korban.
"Ya betul saat ini orangtua korban lagi diperiksa oleh petugas, selain itu kami juga mengamankan barang bukti berupa kuitansi pembayaran di RSKM," katanya.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya