Polisi Selidiki Akun Medsos Penebar Hoaks Pemicu Konflik Papua

Rabu, 21 Agustus 2019 18:13 Reporter : Merdeka
Polisi Selidiki Akun Medsos Penebar Hoaks Pemicu Konflik Papua Mahasiswa Papua di Yogyakarta Gelar Aksi Solidaritas. ©2019 Merdeka.com/Purnomo Edi

Merdeka.com - Rangkaian aksi unjuk rasa menolak rasisme di Tanah Papua merembet ke sejumlah diawali Manokwari, Sorong. Kini ke Mimika dan Fakfak. Hal ini dipicu konten hoaks yang beredar di media sosial.

Beberapa akun media sosial ditengarai turut memperkeruh suasana karena menyebarkan berita bohong alias hoaks. Terutama konten hoaks mengenai adanya mahasiswa Papua di Surabaya yang meninggal dunia akibat dipukul aparat TNI-Polri.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo, menyebut belasan akun memproduksi konten yang bersifat provokatif melalui Facebook, Youtube dan Instagram.

"Informasi dari Ditsiber Mabes Polri ada banyak akun. Saat ini saja, untuk Twitter bertambah lagi 5 akun (yang diprofiling)," kata Dedi di Hotel Grand Kemang Jakarta Selatan, Rabu (21/8).

Menurut dia, setelah di telaah tak sedikit pemilik akun menggunakan identitas yang disamarkan alias anonim. "Ada sebagian yang anonim," ujar dia.

Dedi mengatakan, secepatnya Ditsiber Bareskrim Polri pasti akan merampungkan penyelidikanya.

"Masih uji Lab semoga dalam waktu tidak terlalu lama, akan terjawab siapa creator dan buzzer menyebarkan narasi bersifat agitasi (menghasut)," ujar dia.

Dedi mengimbau masyarakat lebih selektif membagikan informasi melalui WhatsApp.

"Saring dulu secara cerdas, saring dulu secara bijak, jangan langsung tanpa disaring langsung disharing, apalagi melalui WA grup, ini sangat berbahaya," ujar dia.

"WA grup inikan butuh penanganan khusus ya beda dengan yang ada di media sosial. Kalau WA grup ini perlu treatment khusus begitu," tandas dia. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini